Pecundang

sini, duduk di sebelahku. silangkan kakimu, buat dirimu senyaman mungkin, bersandar bila perlu. tapi jangan di bahuku. ini tak cukup kuat untuk menopang isi kepalamu. tak cukup nyaman untuk kau hinggapi berlama-lama. aku akan bercerita tentang seseorang. seorang pecundang, yang hanya berani bicara di belakang. seorang penakut, yang bersembunyi di balik kata-kata. sekali kau dengar dia bicara, kau sudah bisa mengetahui apa yang dia sembunyikan. … Continue reading Pecundang

Ada Di Sana

ada takdir yang meletakkan kita pada ruang dan waktu yang sama. ada semesta yang pernah menyempatkan hadir dalam pertemuan singkat kita. pada masanya, frekuensi kita sama. berdengung rendah dan menggema dalam sudut-sudut kepala. ada lirih suara dari gempuran sorak sorai massa yang mengguncang keras telinga. berbisik namun memekakkan siapapun yang mendengarnya. mereka menoleh, melontarkan gumam-gumam yang terpendam. seolah rahasia itu akan tersimpan selamanya. di balik … Continue reading Ada Di Sana

Belum Selesai

kumatikan rokok dengan membantingnya ke arah tembok. menghasilkan pijar bara yang tak beraturan tersembur dari ujung puntung yang belum terbakar habis. itu adalah yang terakhir malam ini. saat amunisi sudah tiada, yang boleh kamu lakukan adalah berbalik arah menuju rumah. menjadi pengendara motor berarti kamu harus bersedia repot untuk mengenakan jaket tebal, sarung tangan, masker mulut, dan earphone yang menyumbat erat di lubang telingamu. jangan … Continue reading Belum Selesai

Terima Kasih

hey, aku urai kembali gulungan aksara yang sempat kusut beberapa hari belakangan. tak beraturan sampai membuat isi kepalaku tumpang tindih. hey, terima kasih sudah bersedia menjadi alasanku untuk bersedih. setidaknya bisa membuktikan bahwa tidak semua hal di dunia ini membahagiakan. jargon-jargon bahagia itu sederhana seolah luput oleh jargon kesedihan itu di mana-mana. hey, terima kasih sudah bersedia menggoreskan sedikit luka. setidaknya itu bisa membuatku teringat … Continue reading Terima Kasih