Ombak dan Sekoci

kepingan itu masih tersimpan rupanya. terselip di antara berkas-berkas tak perlu yang sengaja kuletakkan di pojokan meja karena aku tak tahu, mungkin suatu saat aku memerlukannya. aku hanya ingin merapikan mejaku yang berantakan, yang tak pernah luput dari lembaran catatan-catatan kecil, coretan-coretan tak penting, ide-ide yang tak pernah dilaksanakan, serta ceracau-ceracau yang tertangkap pena. aku hanya ingin mencoba memilah mana yang aku perlu. mana yang … Continue reading Ombak dan Sekoci

Yang Ada

yang berteriak lantang tapi dikonfrontasi mendadak bungkam? ada. yang berbisik tapi semua telinga mencuri dengar sembunyi-sembunyi? ada. yang perlahan-lahan suka lalu jatuh cinta? ada. yang mendadak benci tapi kemudian berempati? ada. yang menjauh karena salah menduga? ada. yang mendekat karena terlalu berharap? ada. yang rindunya disekat jarak? ada. yang lamunannya dihajar realita? ada. yang kehilangan namun tak berhenti mencari? ada. yang punya segalanya tapi selalu … Continue reading Yang Ada

Siapa?

aku pernah berkelakar kalau sedang menjalani hubungan jarak jauh. jauh sekali. aku di hari ini, pacarku jauh di masa depan sana. ada hal-hal yang disempatkan hadir agar kamu tahu bagaimana caranya merelakan pergi. ada hal-hal yang memang sengaja hilang agar kamu tahu bagaimana rasanya ditinggalkan. satu waktu aku bertemu seorang perempuan, wajahnya tidak cukup familiar untukku, rasanya memang baru kali ini aku melihatnya. ia lalu … Continue reading Siapa?

I Remember

aku teringat. aku pernah tersenyum karena tawamu. aku pernah tersedu membaca tulisanmu. kita tidak pernah sempat terlalu dekat. hanya sekadar sapaan hangat. tapi itu cukup. aku tak pernah meminta banyak. aku pernah menyukaimu. menyukai caramu menjabarkan hal-hal yang kamu suka. menyukai caramu memandang cita-cita yang terantuk oleh realita. menyukai caramu menikmati hidup yang ternyata tidak terlalu lama. aku berkunjung kembali. ke beberapa tempat di mana … Continue reading I Remember