Category: love

  • Manusia-manusia yang Jatuh Cinta Sendirian Akan Mati Lebih Cepat

    aku menulis ini karena tidak ada lagi yang bisa diselamatkan.
    bahkan diriku sendiri.

    aku pernah mencintai seseorang
    dengan segenap keraguan yang kupunya.
    dan dia pergi,
    bahkan sebelum sempat bilang “terima kasih sudah berusaha.”

    sejak itu aku tak lagi tahu
    apa yang membuat pagi pantas dijemput,
    selain kebiasaan buruk
    dan jam kerja yang memaksa hidup tetap bergerak.

    dunia ini terlalu ramai untuk orang-orang sepi
    dan terlalu sunyi untuk orang yang berisik di dalam kepalanya sendiri.

    aku pernah berpikir tuhan sengaja menciptakan kopi
    supaya kita punya alasan untuk tetap bangun,
    meski tak lagi hidup.

    lalu aku sadar,
    bahwa satu-satunya keajaiban yang masih terjadi
    adalah ketika aku berhasil tidur,
    dan tidak bermimpi.

    (tokoh kita ini masih saja berkutat dengan perkara hati yang dibuat-buat)

  • Pada Malam yang Tak Kau Kenal

    aku pernah jatuh cinta
    pada seseorang yang bahkan tak tahu
    bahwa namanya kusebut dalam doa
    dengan nada yang lebih lembut dari bisikan hujan.

    ia tak pernah menoleh
    tapi aku tetap berdiri
    menjaga pintu yang tak pernah diketuknya
    sampai pagi membawaku pulang dalam keadaan hampa.

    dan meski kini aku tak lagi menunggu
    aku masih mengingat cara ia tertawa
    seperti musik yang hanya bisa kudengar dari kejauhan.

    “tak ada yang salah dengan mencintai sendirian”

    aku menulis puisi
    tentang kamu
    yang tak pernah membaca apa-apa
    selain notifikasi dari orang lain.

    aku menunggu
    di ruang obrolan yang kamu tinggalkan tanpa pamit.
    sambil menghisap kata-kata yang sudah basi
    dan minum dari gelas yang isinya cuma sisa harapan semalam.

    dan kamu tahu apa yang paling menyakitkan?
    karena tidak ada yang salah denganmu.
    semua salahku
    karena berharap.

    aku bilang,
    “aku tidak apa-apa,”
    padahal hatiku sudah rebah
    layaknya buku di rak yang segelnya tak pernah kamu buka.

    (ditulis di malam hari bersama dengan dua teman imajiner dalam kamar yang penuh sesak dengan skenario buatan sendiri)

  • Siapa Paling Jago Social Distancing?

    Siapa Paling Jago Social Distancing?

    gimana? sudah berhasil sampai mana social distancingnya? sudah cukup kuat menahan diri untuk tidak nongkrong menghabiskan waktu berjam-jam sambil membicarakan hal-hal yang sama sekali tidak ada faedahnya? sudah berhasil untuk tidak bersosialisasi dengan tetangga sebelah rumah yang setiap harinya pun jarang bertegur sapa?

    social distancing yang artinya secara kasar dan tanpa pikir panjang adalah pembatasan interaksi sosial atau lebih tepatnya menyendiri dan menjauhkan diri dari orang lain. kamu tau gak siapa yang paling jago dalam menjalankan social distancing secara totalitas dan sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun? bukan, bukan residivis. tapi mereka adalah orang-orang (yang ngaku-ngaku) introvert.

    social distancing untuk seorang introvert adalah hal yang seringnya ingin sekali mereka lakukan namun karena tuntutan masyarakat, itu tidak bisa mereka lakukan dengan totalitas yang seutuhnya. tidak bertemu orang? kami jagonya! tidak basa-basi dengan orang? itu tujuan kami! berdiam diri di rumah saja? itu makanan sehari-hari!

    jadi sebetulnya social distancing itu bukan hal yang baru bagi kami kaum introvert hobi rebahan dan punya kemampuan super dalam menjauhkan diri dari masyarakat.

    tapi siapa lagi ya selain golongan introvert yang juga terbiasa dengan social distancing? salah satunya adalah kaum-kaum LDR alias long distance relationship yang pasangannya ada nun jauh di sana. (kamu di masa kini, pasanganmu masih nanti munculnya di masa depan sana, rasakno!)

    kaum LDR yang raganya terpisah oleh jarak dan kadang juga waktu adalah salah satu kaum andalan dalam bersocial distancing. ya gimana dong, sebelum virus corona merebak saja mereka sudah sulit bergandengan tangan bersama karena halangan tersebut. social distancing mah ga ada apa-apanya.

    jarak yang dapat menimbulkan percik-percik rindu yang kuat dan solid saja dapat ditanggulangi oleh mereka, para aktivis LDR ini. apalagi cuma diminta untuk gak bersosialisasi. mereka salah satu pionirnya. tapi ruwetnya adalah, coba sekarang bayangkan, dalam beberapa hari social distancing yang sudah diberlakukan oleh beberapa perusahaan, karyawan akan mulai merindukan keramaian kantor, sesi ghibah di kala makan siang dengan kolega, drama deadline yang tidak bisa diprediksi, bahkan sedikit banyak mereka akan merindukan saat-saat di mana bos mulai marah-marah. kaum LDR harus menambah beban itu dengan tetap menjaga komunikasi agar yang-yangan tetap berjalan lancar. (kok jadi sedih ya?)

    selain kaum introvert dan pejuang LDR, siapa lagi yang terbiasa bersocial distancing atau tidak berpengaruh atas imbauan social distancing itu? yak, anak kos. terutama anak kos yang berada dalam rentang waktu akhir bulan menjelang kiriman dana hibah nasional mereka datang. saat muncul ajakan nongkrong dari teman, anak kosan dengan bijaknya menolak melakukan social distancing. namun mereka ini bukan berarti menuruti imbauan pemerintah, melainkan memang karena uang jajan mereka pas-pasan saja. makanya social distancing ini dianggap cukup krusial sambil menunggu kiriman awal bulan.

    satu lagi nih yang mau adanya virus corona atau tidak, mereka tetap istiqomah menjalankan social distancing, yaitu sobat-sobat rebahan enthusiast yang emang udah dari lahir bawaannya males aja buat ke mana-mana. feeling good like i should katanya. daripada ke luar capek, ngabisin waktu dan tenaga, mending rebahan sambil maenan hape, kerjaan? ya dikerjain lah pasti, tapi nanti aja kalo udah mepet deadline (biasanya). kalo laper piye, jal? lha, ya tinggal pesan layanan antar makanan. maka nikmat social distancing mana lagi yang kamu dustakan tho, nder?

    tapi ada juga beberapa orang yang butuh penyesuaian untuk bisa menahan diri tetap di rumah. apalagi kaum-kaum yang gatel kalo kelamaan di rumah, bawaannya pengen kongkow-kongkow cantik melakukan forum group discussion berbekal berita hangat atau singkatnya berghibah~ berbeda dengan mereka-mereka yang sudah terbiasa dengan kehidupan yang jauh dari sosial. ada yang emang karena anaknya introvert, ada yang emang jarang ke luar karena gak punya duit aja, ada juga yang gak mau ke luar rumah karena emang gak punya temen aja.

    kalo kamu termasuk golongan yang mana nih, nder?

  • Boleh Kan?

    Boleh Kan?

    aku boleh kan minta sesuatu? sekali saja.

    aku mau kamu.

    itu saja.

    jakarta, sore hari di tengah pandemik.

  • Tiba-tiba

    tulisan ini datang tiba-tiba, tanpa rencana. demi melihat sejauh mana aku sudah melangkah.

    tapi, sepertinya masih di situ-situ saja.

    sialan.