Siapa Paling Jago Social Distancing?

gimana? sudah berhasil sampai mana social distancingnya? sudah cukup kuat menahan diri untuk tidak nongkrong menghabiskan waktu berjam-jam sambil membicarakan hal-hal yang sama sekali tidak ada faedahnya? sudah berhasil untuk tidak bersosialisasi dengan tetangga sebelah rumah yang setiap harinya pun jarang bertegur sapa?

social distancing yang artinya secara kasar dan tanpa pikir panjang adalah pembatasan interaksi sosial atau lebih tepatnya menyendiri dan menjauhkan diri dari orang lain. kamu tau gak siapa yang paling jago dalam menjalankan social distancing secara totalitas dan sukarela tanpa paksaan dari pihak manapun? bukan, bukan residivis. tapi mereka adalah orang-orang (yang ngaku-ngaku) introvert.

social distancing untuk seorang introvert adalah hal yang seringnya ingin sekali mereka lakukan namun karena tuntutan masyarakat, itu tidak bisa mereka lakukan dengan totalitas yang seutuhnya. tidak bertemu orang? kami jagonya! tidak basa-basi dengan orang? itu tujuan kami! berdiam diri di rumah saja? itu makanan sehari-hari!

jadi sebetulnya social distancing itu bukan hal yang baru bagi kami kaum introvert hobi rebahan dan punya kemampuan super dalam menjauhkan diri dari masyarakat.

tapi siapa lagi ya selain golongan introvert yang juga terbiasa dengan social distancing? salah satunya adalah kaum-kaum LDR alias long distance relationship yang pasangannya ada nun jauh di sana. (kamu di masa kini, pasanganmu masih nanti munculnya di masa depan sana, rasakno!)

kaum LDR yang raganya terpisah oleh jarak dan kadang juga waktu adalah salah satu kaum andalan dalam bersocial distancing. ya gimana dong, sebelum virus corona merebak saja mereka sudah sulit bergandengan tangan bersama karena halangan tersebut. social distancing mah ga ada apa-apanya.

jarak yang dapat menimbulkan percik-percik rindu yang kuat dan solid saja dapat ditanggulangi oleh mereka, para aktivis LDR ini. apalagi cuma diminta untuk gak bersosialisasi. mereka salah satu pionirnya. tapi ruwetnya adalah, coba sekarang bayangkan, dalam beberapa hari social distancing yang sudah diberlakukan oleh beberapa perusahaan, karyawan akan mulai merindukan keramaian kantor, sesi ghibah di kala makan siang dengan kolega, drama deadline yang tidak bisa diprediksi, bahkan sedikit banyak mereka akan merindukan saat-saat di mana bos mulai marah-marah. kaum LDR harus menambah beban itu dengan tetap menjaga komunikasi agar yang-yangan tetap berjalan lancar. (kok jadi sedih ya?)

selain kaum introvert dan pejuang LDR, siapa lagi yang terbiasa bersocial distancing atau tidak berpengaruh atas imbauan social distancing itu? yak, anak kos. terutama anak kos yang berada dalam rentang waktu akhir bulan menjelang kiriman dana hibah nasional mereka datang. saat muncul ajakan nongkrong dari teman, anak kosan dengan bijaknya menolak melakukan social distancing. namun mereka ini bukan berarti menuruti imbauan pemerintah, melainkan memang karena uang jajan mereka pas-pasan saja. makanya social distancing ini dianggap cukup krusial sambil menunggu kiriman awal bulan.

satu lagi nih yang mau adanya virus corona atau tidak, mereka tetap istiqomah menjalankan social distancing, yaitu sobat-sobat rebahan enthusiast yang emang udah dari lahir bawaannya males aja buat ke mana-mana. feeling good like i should katanya. daripada ke luar capek, ngabisin waktu dan tenaga, mending rebahan sambil maenan hape, kerjaan? ya dikerjain lah pasti, tapi nanti aja kalo udah mepet deadline (biasanya). kalo laper piye, jal? lha, ya tinggal pesan layanan antar makanan. maka nikmat social distancing mana lagi yang kamu dustakan tho, nder?

tapi ada juga beberapa orang yang butuh penyesuaian untuk bisa menahan diri tetap di rumah. apalagi kaum-kaum yang gatel kalo kelamaan di rumah, bawaannya pengen kongkow-kongkow cantik melakukan forum group discussion berbekal berita hangat atau singkatnya berghibah~ berbeda dengan mereka-mereka yang sudah terbiasa dengan kehidupan yang jauh dari sosial. ada yang emang karena anaknya introvert, ada yang emang jarang ke luar karena gak punya duit aja, ada juga yang gak mau ke luar rumah karena emang gak punya temen aja.

kalo kamu termasuk golongan yang mana nih, nder?

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s