DI RUMAH AJA? EMANG BISAAA?

sudah sekian minggu pandemik virus corona menggegerkan dunia, terlebih dunia maya. apalagi semenjak kasus pertama diumumkan di Indonesia, mulai banyak seliweran berita-berita baik yang valid ataupun yang tidak bisa dipercaya (yang ini biasanya menyebar secara brutal lewat grup whatsapp disertai bumbu-bumbu ayat suci ataupun info-info ajaib lainnya), dan hoax-hoax yang kecepatan penyebarannya melebihi penyebaran virus corona itu sendiri.

dari cara penanganan dan penanggulangan yang sekarang sedang marak dan populer adalah wacana kerja di rumah atau bahasa inteleknya itu WFH alias work from home. hal yang membuat pengangguran profesional melirik sinis karena kegiatan malas-malasan mereka kini terekspos secara masif.

tapi berhubung tren kerja di rumah, jargon social distancing (yang menurut para introvert adalah sebuah kebahagiaan paling sempurna), serta imbauan untuk tidak ke luar rumah (yang bagi para pengangguran adalah kegiatan sehari-hari mereka) sedang marak dan justru menjadi anjuran dari pemerintah untuk menanggulangi penyebaran virus corona, apa sih yang bisa kamu kerjakan selagi gak ngapa-ngapain di rumah? (iya, iya, harusnya kerja, tapi kan~)

badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) yang sudah mengumumkan bahwa status darurat bencana virus corona di indonesia ini sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. berarti, imbauan WFH alias work from home ini kemungkinan berlangsung sampai libur lebaran. (etapi ini tergantung kebijakan kantormu juga ya~)

jadi inget jaman Gus Dur dulu yang sempat meliburkan anak sekolah selama bulan puasa. rasa-rasanya ini kok seperti mengulang masa lalu ya. bedanya kali ini buku ramadan yang harus diisi diganti dengan berbagai dokumen dan hal-hal yang perlu dikerjakan karena sudah bersinggungan dengan kewajiban sebagai seorang pegawai. (ya, gitu deh, hidup dewasa kamu pikir menyenangkan hah?!)

selama beberapa waktu ke depan, untuk kaum-kaum pekerja kantoran, terutama yang berkecimpung di dunia digital yang tetap harus melakukan conference call membahas pekerjaan dengan kolega, jangan lupa untuk mengenakan hal-hal ajaib yang bisa kalian gunakan sebagai properti seperti topi-topi unik, daster gembel, background buatan, atau ajak haiwan peliharaanmu untuk turut serta meramaikan conference call agar konten sosial mediamu senantiasa tetap up-to-date. screenshot layar komputermu, unggah di sosial mediamu, dan selamat bergabung dengan warga WFH depan laptop lainnya.

bagi kamu-kamu yang tidak ada keperluan conference call, jangan merasa terkucilkan. kamu tetap bisa ambil bagian dari gerakan kerja di rumah dengan tetap memproduksi meme produktif dan tetap berbagi informasi tentang apa yang kamu kerjakan di rumah seperti tips membuat kebun tanaman hidroponik bagi kamu yang merasa generasi hijau, atau membuat tips masak sederhana supaya tidak repot jajan ke luar rumah. asal jangan joget-jogetan tiktok lah, tolong kurang-kurangi kegiatan nirfaedah semacam itu.

menyikapi imbauan kerja di rumah, sebagai seorang buruh digital yang tidak memiliki akses digital yang canggih-canggih amat, sebetulnya yang paling jadi masalah adalah kualitas internet di indonesia yang amburadul. gimana mau ikutan conference call kalo buka google aja loadingnya bisa 10 menit sendiri. hadeeeh, industri 4.0 apanyaaa??!!

makanya banyak juga yang diberi kesempatan untuk WFH namun tetap pergi nyari internet ke kafe atau malah nebeng ke rumah teman yang kualitas internetnya lebih josss. lha ini kan malah menyalahi aturan social distancing yang dianjurkan pemerintah (pemerintah yang mana mbuh ra ngerti aku)

makanya kadang-kadang saya kurang paham apakah solusi kerja di rumah ini adalah hak seluruh pekerja? karena tidak semua usaha bisa menjalankan sistem semacam ini. coba tengok karyawan pabrik yang memang sehari-hari harus datang ke tempat kerja untuk menjemput rezekinya. bayangkan mereka harus tetap mendapatkan risiko tertular virus corona yang belum ditemukan vaksin penyembuhannya, (ya, rumornya sebentar lagi sudah bisa didapatkan, tapi kan masih rumor~) dan masih harus berjibaku dengan kejamnya jalanan serta menghabiskan energi untuk merutuki nasibnya sebagai kelas pekerja kerah biru.

maka bersyukurlah kamu wahai kaum-kaum berprivilege yang bisa (sedikit) menikmati keleha-lehaan bekerja dari rumah, gak perlu mandi, bisa bangun siang, gak kena macet-macetan saat berangkat kerja, dan bisa pake kolor seharian tanpa perlu diomelin bosmu.

makanya saya coba bikin konten office lockdown selama di kantor, silakan cek di sini kalo mau. kalo mau aja, saya ga maksa kok.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s