#29

​tulisan ke dua puluh sembilan dari target tiga puluh tulisan di bulan ini. hampir selesai. hampir.  akrab dengan kata hampir? menurut kamus besar bahasa indonesia di aplikasi yang sudah saya unduh di ponsel artinya adalah: kurang sedikit, tidak lama lagi, dekat (pada, dengan).  hampir, menurut saya adalah sebuah kata yang menyedihkan, seolah menyiratkan ketidak berhasilan akan suatu hal. saya sendiri mafhum dengan kata itu, bahkan … Continue reading #29

#28

“takut adalah naluri, adalah rasa, adalah seni…” (koil – rasa takut adalah seni)  setiap orang punya ketakutannya sendiri, entah apa sebabnya hanya diri sendiri yang tahu. apakah itu buatan khayalan, entah trauma masa lalu. aku sendiri punya banyak ketakutan, aku hanya terlihat kuat di luar. tidak, bahkan dari luar pun kelemahanku banyak terlihat. akan aku ceritakan beberapa ketakutanku, bukan untuk kau kasihani, semata agar kau … Continue reading #28

#27

tadi siang ada cuitan di twitter yang membuatku kembali menata ulang tujuanku. cuitan dari arman dhani: “kadang saat kamu pikir kamu sudah ketemu orang yang bisa bikin kamu bahagia. tuhan becanda dengan bikin dia pergi jauh. sangat jauh.” “hal yang bisa kamu lakukan saat orang yang kau cintai ingin pergi, mencari kebahagiaannya sendiri, adalah mendoakan ia selalu dalam kebaikan.” “apakah kamu akan meminta orang yang … Continue reading #27

#26

sabtu malam ini tidak jauh berbeda dengan sabtu malam lainnya. hanya ada aku, kafein, nikotin, dan asupan kuota internet yang menemaniku menghabiskan sisa baterai di ponsel. aku bangun terlalu siang hari ini. tak kulihat matahari pagi, hanya terik yang menyambut kelopak mataku yang terbuka perlahan. kucoba mengumpulkan kepingan cerita di mimpiku yang semakin keras kuingat, semakin ringan ia pergi. sudahlah, aku bukan golongan yang terlalu … Continue reading #26