Undangan Menanti Pagi

kuparkir motor di tempat biasa, tak jauh dari kamarmu. kulihat sudah jam 3 pagi, dia pasti sudah pulang. kau bilang tidak akan lebih dari jam 2. kubakar sebatang rokok sambil kubaca kembali pesan darimu. “tak lebih dari jam 2, kau datanglah setelah itu. pintu tak kukunci.”, pesan singkat yang kuterima dari jam 10 di hari sebelumnya. aku masih sibuk bekerja, tak sempat kubalas walupun hanya … Continue reading Undangan Menanti Pagi

untitled

​apa yang kamu cari dari apa yang tidak bisa kamu miliki? coba ceritakan padaku apa yang mengganggu pikiranmu. jangan kamu pikir rahasiamu bisa kamu pendam lalu menghilang. ia hanya menunggu untuk terungkap dan menggenang. apa yang kamu cari dari mereka yang sudah mengikat janji? coba beri tahu padaku apa yang menjadi sebab lukamu. kamu pernah dikhianati? seberapa sakit yang kamu harus hadapi? lukamu itu perlu … Continue reading untitled

Lingga dan Yoni

hey,  kau sebut apa kunci yang bisa membuka semua gembok? kunci ajaib? kunci serbaguna? ataukah kunci rusak? kau sebut apa gembok yang bisa dibuka semua kunci? gembok ajaib? gembok serbaguna? ataukah gembok rusak? ada alasannya kenapa hanya satu kunci yang diperkenankan membuka sebuah gembok. ada alasannya mengapa satu gembok hanya diperbolehkan dibuka oleh sebuah kunci. tapi kunci hanya coba memasuki gembok, belum tentu terbuka. lalu? … Continue reading Lingga dan Yoni

+1

Sebuah Epilog.  “Aku merasa caramu melihatku mulai berbeda. Entah apa, hanya kamu yang tahu. Aku merasa, kamu menyembunyikan sesuatu, Menilaiku atau apapun itu.” “Aku merasa caramu menghadapiku berubah, entah lelah atau jengah. Kamu kerap bicara, bertahan atau pergi. Bila kamu tak kuat lagi, aku tak akan menghalangi.” “Silakan pergi, tapi aku tak bisa punya teman yang tega membiarkanku sendiri, Ohh.. Tapi aku lupa, aku juga sudah … Continue reading +1

#30

tulisan ini akan mengakhiri proyek 30 hari menulisku. setelah kubaca ulang, sebagian besar isinya tentangmu. bagaimana? kau senang? tak perlu kau jawab.  proyek ini sebetulnya merupakan sarana untukku mengolah aksara, mengumpulkan kosakata, membentuk nomina, merangkai makna yang kadang tersirat, kadang tersurat. aku percaya menulis adalah cara terbaik seorang introvert untuk membebaskan dirinya. aku bisa menjadi apapun dalam tulisan. menjadi depresif? menjadi optimis? ksatria berkuda hitam? … Continue reading #30