#19

*tok.. tok.. tok..* “assalamualaikum…” ketuk pintu itu terdengar halus sekali, kalau saja volume televisi yang kutonton terlalu besar, atau masih terpasang earphone di telingaku, pasti aku tidak akan sadar suaranya.  dengan lemas aku beranjak dari kamar menuju pintu untuk melihat siapa yang bertamu di hari sabtu. akhir pekan, saatnya bermalas-malasan. aku tak seproduktif yang kau pikir. aku ini pemalas sejati. dengan muka kucel kubuka pintu … Continue reading #19

#18

aku punya masalah dalam mengingat sesuatu, banyak momen yang hilang dalam pikiranku. aku tak ingat waktu kecil pergi tamasya ke dufan kalau saja tak ada foto-foto yang menjadi bukti. aku tak ingat perpisahan sekolah kalau saja tak ada rekaman video yang bisa aku putar untuk mengingatnya.  aku tak ingat kapan pertama kali aku mengenalmu, aku tak ingat kapan hatiku terjatuh saat melihatmu, aku tak ingat … Continue reading #18

#17

jangan main-main dengan janji, ia terlalu mudah untuk diingkari.  urusan janji suci saja masih bisa ternodai, apalagi hanya janji kencan bulan ini.  jangan pernah menaruh harapan terlalu tinggi, kau tak akan sanggup bila terjatuh saat menggapainya nanti.  kelak suatu hari nanti, saat kau sudah menjadi seorang istri, ingatlah dengan siapa kau pernah bermain hati.  aku bukan orang suci, dosaku menumpuk dalam beberapa lemari. tapi soal … Continue reading #17

#16

setiap orang punya fungsi tersendiri dalam semesta. ada yang menjadi pusatnya, ada pula yang hanya mengitarinya. ribuan galaksi di sana, aku yakin semua punya kasus yang sama.  tugasku adalah penghibur, aku menyuguhkan tawa dalam balutan kain yang koyak, berharap kau akan terlupa dalam duka walau tak selamanya. aku membawakan gembira, walau ku tahu kecewa itu akan tetap di sana, bergeming di antara setiap canda.  aku … Continue reading #16

#15

ruang itu masih kosong, belum ada yang berkenan singgah barang sebentar. kebanyakan hanya melongok dan memindai isinya yang berdebu kemudian berlalu.  ruang itu masih kosong, dua-tiga minggu lalu aku siap-siap membersihkannya, berharap ada yang akan datang bertamu,  dan kusuguhkan segala yang kupunya. ruang itu masih kosong, kucoba membersihkan tapi aku tak sanggup. terlalu banyak kotoran di sana, debu terlalu tebal menutupi seluruh lantai. tak heran … Continue reading #15