Kontemplasi

​malam ini aku tidak akan menulis kebencian. aku hanya mencoba mengingatkan sesuatu. kamu adalah apa yang orang lain katakan tentangmu. kamu boleh tidak pedulikan itu. “biar saja mereka berkata demikian, mereka tak berjalan dengan langkahku”, mungkin itu yang akan kamu katakan. tidak ada yang salah dengan pendapatmu. aku tidak akan mendebatnya. negara kita masih punya aturan masalah kebebasan berpendapat, jadi kalau kamu tidak peduli apa … Continue reading Kontemplasi

Untuk Kekasihku (nanti)

​untuk kekasihku nanti, aku ingin mencatatkan beberapa hal yang tolong kamu ingatkan kepadaku. ingatkan aku untuk tak terlalu lelah bekerja. untuk tak terlalu banyak menghabiskan waktuku di depan monitor dan lebih banyak menggenggam tanganmu dibandingkan mouse komputerku. ingatkan aku untuk tak terlalu banyak menghisap nikotin dan mereguk kafein. agar bau mulutku tercium lebih sedap saat bibirku mengecup keningmu. ingatkan aku untuk lebih banyak menyisihkan rejekiku … Continue reading Untuk Kekasihku (nanti)

Luka

​satu satu dia kumpulkan. satu satu dia rasakan. satu satu dia lepaskan. satu kali jatuh, dua kali dia coba berdiri. satu kali terpukul, dua kali dia membalas. satu kali khilaf, dua kali dia teringat.  aku bercermin dan melihat lebam-lebam di mukaku. sedikit luka di ujung pelipis kiri kuperhatikan mulai mengering. seperti luka yang lain, ia tak akan terasa sakit saat pertama mengalami, sesaat setelah menyadari … Continue reading Luka

Tunggu

​apa yang kamu harapkan dariku? aku bahkan tak tahu adakah kelebihanku yang tampak di matamu selain kemampuanku sebagai pendengar yang baik. aku cukup sadar untuk tak lagi membawa pengharapan padamu, kelak nanti aku akan kembali menjadi teman yang baik untukmu. yang bisa kamu ganggu kapanpun kamu mau. kamu tahu aku akan kembali, nanti setelah aku rapihkan kepingan-kepingan asa yang sengaja kuremukkan sendiri. aku yang memulai … Continue reading Tunggu

Sebuah Percakapan (02)

​3 : “gimana? lega?” 2 : “lumayan.” 3 : “nyesel ga?” 2 : “ga terlalu.” 3 : “bagus lah.” 2 : “terus sekarang gimana?” 3 : “lanjutin aja dulu, ga usah kebanyakan wacana. bikin pusing doang.” 2 : “menurut lo gitu?” 3 : “ya iya. udah sejauh ini gue bantuin lo. masa iya lo mau balik lagi gitu aja.” 2 : “fine…” 3 : “lo … Continue reading Sebuah Percakapan (02)