Doa Baru

​di antara gemerlap langit bertabur sulfur dan riuh rendah suara tawa bocah yang diperbolehkan orang tuanya berlarian di tengah malam. di antara desis suara bara yang terpercik tetesan olesan mentega dan kecap serta kibasan angin dari bekas kardus mengusir asap panggangan yang mencoba menusuk mata. di antara hingar bingar musik yang terpasang keras dan memekakkan telinga dan hangat suasana bertabur cerita, senda gurau yang terpancar … Continue reading Doa Baru

Patah

​patah hati itu butuh tenaga. kamu perlu energi untuk mencerna semua kenyataan pahit yang harus kamu terima. kamu perlu keahlian untuk merekatkan kembali hati yang retak, sebelum ia pecah berantakan lagi dan kamu perlu tenaga tambahan untuk memungutinya. kadang patah hati akan membuatmu merasa jadi orang yang paling bodoh sedunia, atau setidaknya menurut orang lain yang melihatnya. tapi jangan kamu pedulikan, manusia hanya bisa berencana, … Continue reading Patah

Angin

​aku ini angin. menyejukkan saat aku berhembus pelan. menyebalkan saat bertiup kencang. kadang dicari, tak jarang dibenci. aku yang merusak tatanan rambutmu dengan sengaja, membuatmu kesal dan mengutukku. tapi kemudian kamu cari karena ternyata terik matahari merusak pulasan bedak di wajahmu. aku yang menenangkanmu kala senja, menemanimu bercerita dengan segelas minuman hangat dan cemilan yang baru diangkat dari penggorengan. aku ini angin. tak mudah kau … Continue reading Angin

Cukup

​sudah cukup. aku tidak mau menyia-nyiakan energi ini untuk membenci. lebih baik kita saling bertukar doa, berharap semua akan jadi lebih baik, sesegera mungkin saling menggapai bahagia. remah yang kau kumpulkan boleh kau buang, karena itu tak akan membuatmu kenyang. nanti biar kusiapkan setangkup cerita, untuk kau cerna sambil menikmati secangkir kopi panas menjelang senja. tak perlu ada yang dijelaskan. lebih baik tidak ada yang … Continue reading Cukup

22 Desember

​untuk doa yang menggantung di langit, tolong sampaikan rinduku sekalian padanya. sampaikan aku rindu semua perbuatannya di dapur, sampaikan aku rindu semua ocehannya setiap waktu.  untuk harapan yang belum pernah diwujudkan, tolong beri aku isyarat untuk menunaikannya. sempatkan aku untuk menjadi apa yang ia pernah sampaikan padaku, sempatkan aku untuk membuat keluargaku tidak kesusahan. tadi pagi air mataku tak bisa kubendung, sepanjang perjalanan menuju tempat … Continue reading 22 Desember