Rebah

​kamu belum lelah? masih ingin berlari ke sana ke sini? masih belum menemukan yang kamu cari? aku tunggu di sini ya. menyandarkan punggung sebentar saja. aku ingin beristirahat. kamu teruskan saja mencari. lusa akan aku ceritakan semuanya. apa yang ada dalam pikiranku, tanya yang aku ingin kamu berikan jawabnya, rahasia yang rapat aku simpan dan kelak kusampaikan, dan sekelumit cerita yang ingin aku bagi. aku … Continue reading Rebah

Kamu Tahu? 

​kamu tahu apa yang lebih sejuk dari tetes embun pagi? kamu tahu apa yang lebih menenangkan dari suara riuh jangkrik di tengah malam?  kamu tahu apa yang lebih menyenangkan dari membuka plastik buku baru dan menghirup aroma kertasnya?  kamu tahu apa yang lebih melegakan dari melepas sepatu setelah seharian beraktifitas? kamu tahu apa yang lebih hangat dari pelukan orang tua saat pulang ke rumah?  kamu … Continue reading Kamu Tahu? 

Dia

​dia yang hidup dalam ruangan kelam yang dia bangun sendiri.  dia yang tersudut oleh belati-belati tajam yang dia asah sendiri. dia yang terisolir oleh jalan pikiran yang dia pilih sendiri.  dia yang meneteskan air mata saat sekeliling ruangan tertawa. dia pula yang merekahkan senyum saat semua terserang lara.  dia yang mencipta ingar dalam sunyi. dia juga yang membungkam senyap dalam pekik. dia yang kamu ciptakan … Continue reading Dia

6 ke 28

​semesta memberkati. diguyur air dari langit sepanjang jalan pulang, aku bersyukur masih bisa melaju tenang. meski kuyup tiba di tujuan. terima kasih pemilik alam, aku masih diberi kesempatan untuk menikmati oksigen sampai hari ini. terima kasih atas gulita malam yang selalu setia menemani. terima kasih atas ketenangan di sela rintik hujan tanpa perlu menunggu datangnya pelangi. ditolak masuk klub 27. rasanya mungkin memang aku belum … Continue reading 6 ke 28

Mulai Baru

​aku memintal surai yang menjulur dari tatapan matamu. tajam. jariku tergores dalam. di waktu yang lampau kita pernah berkelakar. tawa yang berderau gemuruh kala itu, sekarang hanya terdengar lirih. samar. aku berusaha berteriak lantang. namun hanya pekikan parau yang keluar dari kerongkongan. perih. langkah ini mulai limbung. lagi. apa yang harus aku lakukan agar jejak ini tetap kokoh? harusnya aku tahu tidak semua tanya tersaji … Continue reading Mulai Baru