Kontemplasi

​malam ini aku tidak akan menulis kebencian. aku hanya mencoba mengingatkan sesuatu.

kamu adalah apa yang orang lain katakan tentangmu. kamu boleh tidak pedulikan itu. “biar saja mereka berkata demikian, mereka tak berjalan dengan langkahku”, mungkin itu yang akan kamu katakan.

tidak ada yang salah dengan pendapatmu. aku tidak akan mendebatnya. negara kita masih punya aturan masalah kebebasan berpendapat, jadi kalau kamu tidak peduli apa kata orang lain, ya aku pun bisa saja tidak peduli apa katamu.

kamu bahkan jangan terlalu percaya padaku, sisakan sedikit rasa apatis dalam menilaiku. sisakan rasa ragu dalam mengenalku, karena dengan itu kamu bisa mencari lebih dalam tentangku.

oh, aku lupa. ini bukan tentangku, ini tentangmu. ada yang perlu kusampaikan padamu, maaf tidak bisa kukatakan langsung, aku terlalu pengecut untuk itu. rasanya kau pun tahu.

aku mendengar cerita-ceritamu, aku membaca bahasa tubuhmu, aku mengamatimu dalam senyap, kemudian dengan bodohnya mengambil kesimpulan sendiri.

aku tidak tahu pasti apa alasanmu, apa yang membuatmu begini. mungkin kamu pun tidak tahu apa alasanmu, apa yang membuatmu begini.

jujur saja, ini membuatku tidak nyaman. aku tidak pernah ada di posisi ini sebelumnya. membayangkannya saja sudah membuatku jengah. aku memang membuat citraku kuat, tapi itu hanya tampilan luar saja. di dalam sini aku hanyalah lelaki rapuh. aku tak sekuat yang kamu pikirkan, aku tak setangguh apa yang kamu kira.

aku selalu bergetar saat mendengar cerita-ceritamu, mendengarkanmu merunut sejarah hidupmu membuatku merasa seperti anak kecil yang sedang didongengi naskah epik saur sepuh. hanya bisa menganga dan berdecak heran.

bagaimana? bagaimana mungkin? bagaimana bisa? bagaimana kamu bisa menjalani hidup macam itu? dan kamu masih merasa nyaman dengan itu?

aku pikir ini semua hanya isapan jempol belaka, hanya kelakar-kelakar obrolan warung kopi. sekadar mitos. tapi ini nyata. aku tidak menyangka cerita macam ini akan aku temui dalam kehidupan nyata. mungkin aku terlalu naif, terlalu banyak teori tanpa praktik.

ah, aku jadi melantur lagi.

aku hanya ingin menyampaikan ini padamu, anggap ini sebagai sebuah essai non ilmiah, kamu boleh menganggap ini angin lalu, itu semua hakmu. aku hanya mencoba memberikan sedikit pandangan.

keputusan yang kamu ambil hari ini berpengaruh pada apa yang akan terjadi nanti, esok, masa depan. pikirkan dengan baik apa yang akan kamu lakukan. apa yang paling jauh dari dirimu adalah masa lalu, ia tak akan kembali sekuat apapun kamu mencoba. dan apa yang paling dekat dari dirimu adalah masa depan, maka bertindaklah dengan cerdas, pikirkan langkah yang akan kamu ambil, sekecil apapun itu.

mungkin kamu hanya akan tertawa membaca tulisanku ini. tak apa, aku menulis bukan untuk membuatmu terkesan. aku menulis karena semata ada hal yang tidak bisa aku sampaikan. hanya dengan rangkaian kata aku bisa bergerak bebas.

jadi, tolong jangan bertindak bodoh. aku ada di sini, dalam sunyi. saat kamu sudah lelah, beri tahu aku. akan kusiapkan bahu untukmu bersandar.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s