Luka

​satu satu dia kumpulkan. satu satu dia rasakan. satu satu dia lepaskan.

satu kali jatuh, dua kali dia coba berdiri. satu kali terpukul, dua kali dia membalas. satu kali khilaf, dua kali dia teringat. 

aku bercermin dan melihat lebam-lebam di mukaku. sedikit luka di ujung pelipis kiri kuperhatikan mulai mengering. seperti luka yang lain, ia tak akan terasa sakit saat pertama mengalami, sesaat setelah menyadari barulah ia mulai menunjukkan rasanya. perih. lalu kemudian luka itu mulai pulih, lalu ia membekas. memberikan satu cerita baru dalam hidup. 

cinta hampir sama seperti luka. ia hadir tak kamu sadari. setelah kamu sadar, ia mulai memberikan rasa. lalu membekas. lalu membawa cerita. 

berapa kali kamu terluka? berapa kali kamu jatuh cinta?

aku? babak belur. 

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s