Belum Selesai

kumatikan rokok dengan membantingnya ke arah tembok. menghasilkan pijar bara yang tak beraturan tersembur dari ujung puntung yang belum terbakar habis. itu adalah yang terakhir malam ini. saat amunisi sudah tiada, yang boleh kamu lakukan adalah berbalik arah menuju rumah. menjadi pengendara motor berarti kamu harus bersedia repot untuk mengenakan jaket tebal, sarung tangan, masker mulut, dan earphone yang menyumbat erat di lubang telingamu. jangan … Continue reading Belum Selesai

Terima Kasih

hey, aku urai kembali gulungan aksara yang sempat kusut beberapa hari belakangan. tak beraturan sampai membuat isi kepalaku tumpang tindih. hey, terima kasih sudah bersedia menjadi alasanku untuk bersedih. setidaknya bisa membuktikan bahwa tidak semua hal di dunia ini membahagiakan. jargon-jargon bahagia itu sederhana seolah luput oleh jargon kesedihan itu di mana-mana. hey, terima kasih sudah bersedia menggoreskan sedikit luka. setidaknya itu bisa membuatku teringat … Continue reading Terima Kasih

Perpisahan

berturut-turut kamu datang lewat mimpi. semenjak kita tidak lagi berkomunikasi. apa yang mau kamu sampaikan? salam perpisahan? mungkin hanya aku yang rindu. tidak mengapa, rindu memang terkadang menyebalkan, sering sekali datang tanpa diundang. begitu diundang, dia tidak datang. berarti aku sudah menepati janjiku untuk membiarkan kamu pergi lebih dulu. pasti keinginanmu jauh lebih kuat sejak hari itu. keinginanku masih sebatas wacana. seperti biasa, aku hanya … Continue reading Perpisahan

Untuk Nona “M”

untukmu, bagiku kamu sempurna, nyaris tanpa cela. tapi aku tak pernah tahu apakah kamu penyuka alas kaki crocs yang jelek itu. atau kamu punya jeans jogger yang tidak jelas apa fungsinya. atau apakah kamu harus mengaduk bubur ayam sebelum kamu menyantapnya. atau mungkin kamu makan nasi padang dengan sendok. aku tak tahu. yang pasti aku tak akan pernah bosan memandang wajahmu, tak akan jenuh mendengar … Continue reading Untuk Nona “M”

Monolog

“alkohol lagi?” “kenapa?” “memang kau perlu mabuk?” “aku mengonsumsi alkohol bukan untuk mabuk.” “lalu?” “sekadar penghilang penat saja.” “tidak ada cara lain?” “ada.” “apa?” “bercinta.” “sulit.” “maka dari itu.” “carilah penghilang penat lain.” “ini sudah yang paling mudah. tolong jangan kau persulit.” “sebulan saja, kan?” “iya, sebulan ini saja. setelah itu aku coba cari cara lain.” “terserah kau saja. aku hanya mengingatkan.” “terima kasih perhatianmu.” … Continue reading Monolog