Luka

​satu satu dia kumpulkan. satu satu dia rasakan. satu satu dia lepaskan. satu kali jatuh, dua kali dia coba berdiri. satu kali terpukul, dua kali dia membalas. satu kali khilaf, dua kali dia teringat.  aku bercermin dan melihat lebam-lebam di mukaku. sedikit luka di ujung pelipis kiri kuperhatikan mulai mengering. seperti luka yang lain, ia tak akan terasa sakit saat pertama mengalami, sesaat setelah menyadari … Continue reading Luka

Tunggu

​apa yang kamu harapkan dariku? aku bahkan tak tahu adakah kelebihanku yang tampak di matamu selain kemampuanku sebagai pendengar yang baik. aku cukup sadar untuk tak lagi membawa pengharapan padamu, kelak nanti aku akan kembali menjadi teman yang baik untukmu. yang bisa kamu ganggu kapanpun kamu mau. kamu tahu aku akan kembali, nanti setelah aku rapihkan kepingan-kepingan asa yang sengaja kuremukkan sendiri. aku yang memulai … Continue reading Tunggu

Sebuah Percakapan (02)

​3 : “gimana? lega?” 2 : “lumayan.” 3 : “nyesel ga?” 2 : “ga terlalu.” 3 : “bagus lah.” 2 : “terus sekarang gimana?” 3 : “lanjutin aja dulu, ga usah kebanyakan wacana. bikin pusing doang.” 2 : “menurut lo gitu?” 3 : “ya iya. udah sejauh ini gue bantuin lo. masa iya lo mau balik lagi gitu aja.” 2 : “fine…” 3 : “lo … Continue reading Sebuah Percakapan (02)

Nanti

​apakah bisa kita jatuh cinta tanpa direpotkan rasa ingin memiliki atau rasa ingin bersama? apakah bisa kita jatuh cinta tanpa diresahkan rasa cemburu atau rasa curiga?  apakah bisa kita jatuh cinta tanpa mendoakan kebahagiaan untuknya? aku hanya berharap bisa mencintai tanpa pamrih. tapi itu sulit. aku bukan manusia tanpa cela yang bisa memberikan rasa tulus tanpa mengharapkan balasan yang kupikir setimpal. aku bukan manusia yang … Continue reading Nanti

Sekeping Saja

​pada masanya, timur jakarta pernah menjadi tempat banyak cerita. menjemput asa, menata luka, menemukan cinta.  jalan ini tak seperti dulu, sudah banyak yang berubah semenjak aku menjauhinya. masih teringat walau samar-samar tentang kenangan itu. menunggu bis pulang, berebut jatah kursi demi meredam penat seharian. namun hanya pegangan tangan sambil bersandar di tengah lorong yang didapat. berjam-jam pun aku tak akan bosan mendengarkan ceritamu. asal aku … Continue reading Sekeping Saja