Luka
satu satu dia kumpulkan. satu satu dia rasakan. satu satu dia lepaskan. satu kali jatuh, dua kali dia coba berdiri. satu kali terpukul, dua kali dia membalas. satu kali khilaf, dua kali dia teringat. aku bercermin dan melihat lebam-lebam di mukaku. sedikit luka di ujung pelipis kiri kuperhatikan mulai mengering. seperti luka yang lain, ia tak akan terasa sakit saat pertama mengalami, sesaat setelah menyadari … Continue reading Luka
