17/365
[EMPAT] Kamu mulai menunduk dan memegangi gelas dengan kedua tanganmu. Erat sekali. Lalu selepas itu kamu palingkan pandanganmu ke luar jendela. Jelas ada ragu di situ. Entah apa. Aku tidak bisa menerka apapun. Kamu tahu aku tidak pernah pintar menebak kode. “Sebelumnya aku mau minta maaf ke kamu.” Katamu tiba-tiba. Masih menundukkan pandanganmu ke arah gelas. Air mukamu berubah. “Eh, kenapa? Kok … Continue reading 17/365
