Siapa?

aku pernah berkelakar kalau sedang menjalani hubungan jarak jauh. jauh sekali. aku di hari ini, pacarku jauh di masa depan sana. ada hal-hal yang disempatkan hadir agar kamu tahu bagaimana caranya merelakan pergi. ada hal-hal yang memang sengaja hilang agar kamu tahu bagaimana rasanya ditinggalkan. satu waktu aku bertemu seorang perempuan, wajahnya tidak cukup familiar untukku, rasanya memang baru kali ini aku melihatnya. ia lalu … Continue reading Siapa?

I Remember

aku teringat. aku pernah tersenyum karena tawamu. aku pernah tersedu membaca tulisanmu. kita tidak pernah sempat terlalu dekat. hanya sekadar sapaan hangat. tapi itu cukup. aku tak pernah meminta banyak. aku pernah menyukaimu. menyukai caramu menjabarkan hal-hal yang kamu suka. menyukai caramu memandang cita-cita yang terantuk oleh realita. menyukai caramu menikmati hidup yang ternyata tidak terlalu lama. aku berkunjung kembali. ke beberapa tempat di mana … Continue reading I Remember

Pecundang

sini, duduk di sebelahku. silangkan kakimu, buat dirimu senyaman mungkin, bersandar bila perlu. tapi jangan di bahuku. ini tak cukup kuat untuk menopang isi kepalamu. tak cukup nyaman untuk kau hinggapi berlama-lama. aku akan bercerita tentang seseorang. seorang pecundang, yang hanya berani bicara di belakang. seorang penakut, yang bersembunyi di balik kata-kata. sekali kau dengar dia bicara, kau sudah bisa mengetahui apa yang dia sembunyikan. … Continue reading Pecundang

Ada Di Sana

ada takdir yang meletakkan kita pada ruang dan waktu yang sama. ada semesta yang pernah menyempatkan hadir dalam pertemuan singkat kita. pada masanya, frekuensi kita sama. berdengung rendah dan menggema dalam sudut-sudut kepala. ada lirih suara dari gempuran sorak sorai massa yang mengguncang keras telinga. berbisik namun memekakkan siapapun yang mendengarnya. mereka menoleh, melontarkan gumam-gumam yang terpendam. seolah rahasia itu akan tersimpan selamanya. di balik … Continue reading Ada Di Sana