Day 8: Ode Notasi Nada

Saya cukup yakin bahwa apa yang kita dengar itu sebenarnya adalah isi hati kita yang berbisik diam-diam, yang menuntun otak meminta untuk diputarkan sebuah komposisi keindahan bernama musik.

tidak ada satu hari pun dari seorang manusia normal pada umumnya yang luput dari paparan musik. sekalipun kamu tidak punya alat pemutar musik, otakmu sudah menyimpan puluhan, bahkan ratusan lagu yang siap kamu putar di kepala, meskipun yang terputar biasanya itu-itu saja.

saya, seperti yang pernah ditulis di sini adalah tipe manusia yang biasanya mendengarkan musik tergantung dari apa yang saya rasakan saat itu. saya punya berbagai pilihan daftar putar untuk setiap mood dalam hidup saya.

saya teringat sebuah masa ketika patah hati bertahun-tahun lalu, telinga saya tidak putus-putusnya mendengarkan lagu-lagu melankolis berlirik sendu dan menyayat hati. cengeng memang, tapi saya perlu itu. saya perlu sesuatu untuk dijadikan pelepasan. dan saat itu, rasanya hati dan otak sedang kompak-kompaknya untuk terus meminta telinga terus menerus mendengarkan alunan nada minor sebagai sarana relaksasi.

ada pula masa di mana selepas itu, peduli setan dengan lagu cengeng. otak saya dengan penuh semangat mencari segala musik beraroma kebebasan dengan landasan distorsi dan ketukan drum rapat serta teriakan yang melengking, menggeram, membuat jantung bekerja ekstra keras dalam memompa aliran darah ke seluruh tubuh.

musik adalah katalis. musik adalah napas. musik adalah representasi perasaanmu.

sama seperti ketika saya membuat daftar putar untuk seseorang. dengan cermat dan hati-hati, mengkurasi nada dalam lagu, mencerna setiap kata dalam lirik yang akan dijadikan pesan tersembunyi pembawa harapan dan keinginan yang mungkin tidak pernah tersampaikan. dibungkus menjadi satu perjalanan yang berisi permintaan maaf.

satu cerita tentang musik yang pernah menjadi impian, sempat menjadi kenyataan, namun tidak berakhir sebagaimana yang direncanakan. tentang bagaimana kita bertemu? apakah di salah satu pertunjukan musik, di mana kau sendirian demi menyaksikan band kesayangan karena teman-temanmu tak ada yang bisa diajak, lalu berbicara tentang kesukaan masing-masing.

musik adalah katalis. musik adalah napas. musik adalah langkah kaki. musik adalah tatapan mata. musik adalah jabat tangan erat. musik adalah mimpi indah di tidur siang. musik adalah makan tengah malam di waktu diet. musik adalah dosa terbaik yang tuhan sediakan. musik adalah peluh keringat yang menetes di tengah ruangan berpendingin. musik adalah kebahagiaan. musik adalah bahan bakar hidup.

(30 days writing challenge. Day 8: The power of music)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s