Day 3: Fragmen yang Hilang

isi kepala ini sudah pecah. rasanya keping-kepingnya berpencar tak kenal arah. beberapa hilang, beberapa samar, sisanya tidak pernah menemukan korelasinya satu sama lain. kira-kira itulah gambaran dari ingatan saya. entah karena apa, mungkin terlalu sering jatuh dari motor, atau memang sudah dimakan usia. banyak cerita di kepala yang sudah tidak bisa saya kembalikan lagi. saya sudah banyak lupa, atau kadang masih ingat namun tidak detail … Continue reading Day 3: Fragmen yang Hilang

Day 2: Sederhana Saja

pertanyaan pertama adalah, apa itu bahagia? banyak definisi yang bisa didapat dari satu kata tersebut. setiap orang pasti punya pengertian mereka sendiri tentang apa arti bahagia. mungkin bagi beberapa orang, punya uang banyak bisa membuat bahagia. punya keluarga yang harmonis bisa membuat bahagia. masak indomie yang matangnya pas bisa membuat bahagia. buat saya sendiri, bahagia itu artinya hati saya senang (tolonglah mz, kami tidak perlu … Continue reading Day 2: Sederhana Saja

Day 1: Ambivert

plin-plan. mungkin itu yang terlintas di kepala saat mendengar kata ambivert. kepribadian yang ada di tengah-tengah. suka bersosialiasi, tapi di sisi lain juga suka menghabiskan waktu untuk menyendiri. pendiam tapi cerewet. siapapun yang pertama kali melihat atau berpapasan dengan saya pasti merasa kalau muka saya bengis dan kejam. padahal kalau saja mau ngobrol lebih intim lagi, keseraman wajah itu hanya kamuflase belaka. lebih tepatnya itu … Continue reading Day 1: Ambivert

Another 30 Days Writing Challenge

saya ingat pertama kali mencoba untuk ikut tantangan semacam ini di tahun 2016 lalu. ini tulisan pertama yang memulai perjalanan menulis saya seterusnya. selain proyek 30 hari menulis, saya juga sempat menjalankan proyek ambisius setahun menulis selama 2018 mulai dari tulisan ini. setelah setahun menulis, saya sudah mulai jarang menulis secara rutin di blog ini. entah kenapa keinginan untuk menulis saya selalu timbul tenggelam. hilang … Continue reading Another 30 Days Writing Challenge

Cerita Sebuah Cita-cita: Submisi Zine

setelah bertahun-tahun memendam cita-cita untuk membuat sebuah karya, akhirnya tahun ini saya berhasil memaksakan diri untuk mewujudkannya. namanya submisi zine. a zine you can’t trust. kalau menurut wikipedia, zine (singkatan dari fanzine atau magazine) adalah sebuah media cetak alternatif yang biasanya diterbitkan secara personal atau kelompok kecil dan direproduksi dengan cara fotokopi. manifestonya sendiri adalah; sebuah media ala kadarnya yang bersedia menampung segala keluh kesah dan menanggung beban isi … Continue reading Cerita Sebuah Cita-cita: Submisi Zine