Day 13: Mari Membaca

saya mulai jatuh cinta pada aksara saat sekolah dasar. saat sudah mulai lancar membaca dan sering membaca apapun yang terlihat mata. dalam perjalanan, membaca nama jalan yang ada di plang toko, spanduk dan billboard, apa pun. video game hanya boleh dibeli saat saya ulang tahun. tapi kalau bahan bacaan, setiap saya minta akan selalu dibelikan. bobo, fantasi, hai, trax, itu adalah bacaan yang mengiringi saya … Continue reading Day 13: Mari Membaca

Day 12: TV 90-an

di era internet masif sekarang ini, binge-watching series sudah amat sangat jadi hal yang lumrah. semua tayangan on-demand, seleramu adalah seleramu sendiri. tapi saya adalah produk televisi nasional. di mana selera saya sama dengan selera semua orang yang menonton acara saat itu. selera kami seragam, mungkin itu yang membuat generasi kami lebih kompak. sorry, gen-z. kamu harus tahu rasanya menanti sinetron si doel anak sekolahan … Continue reading Day 12: TV 90-an

Day 11: Tidak Punya Adik

bicara soal saudara kandung, saya adalah anak terakhir dari 3 bersaudara, satu bapak, satu ibu. kakak saya yang pertama seorang laki-laki, yang kedua perempuan. komposisi yang menurut orang dulu ideal. entah siapa yang pertama kali mengemukakan pendapat kalau anak sulung seharusnya laki-laki. padahal perkara kedewasaan tidak berpengaruh dari jenis kelamin. aneh sekali. kakak laki-laki kalau saja beliau masih hidup, sekarang usianya sudah menginjak kepala 4. … Continue reading Day 11: Tidak Punya Adik

Day 10: Item Squad

Perkenalkan, ini teman-teman saya sedari sekolah sampai hari ini. saya kenal angga dari sd. kenal gilang dari smp. kenal yoda dari sma. sampai sekarang kami masih nongkrong bareng walaupun komposisi paling sering adalah saya-angga-yoda. dikarenakan gilang sudah berkeluarga, jadi susah kalau mau ketemu. sama angga, ga banyak kejadian di sd yang saya ingat. paling cuma kenangan kalau angga sering ngeliat catatan papan tulis dari buku … Continue reading Day 10: Item Squad

Day 9: Sedang (Tidak) Bahagia

beberapa orang bilang saya adalah pribadi yang pesimistis. setuju sekali. karena memang semua hal pasti punya sisi negatif yang tidak orang lain lihat. atau kalaupun terlihat, mereka tidak menghiraukannya. Tema tulisan hari ini seharusnya tentang sebuah kebahagiaan, kegembiraan, kesenangan, yadda, yadda, yadda. tapi saya tidak akan menulis tentang itu kali ini. anggap saja ini adalah tulisan antitesis dari sebuah kebahagiaan itu sendiri. atau tidak? terserah … Continue reading Day 9: Sedang (Tidak) Bahagia