Katamu Sunyi

katamu di sini sunyi, tapi aku mendengar banyak bunyi. dari gesekan ranting dan daun di ujung pohon pinus yang tinggi, dahan kering yang terinjak tapak kaki, sampai tetes embun yang terlambat datang di pagi hari. katamu di sini sunyi, tapi aku merasa lebih riuh dari pasar malam di kampung tetangga yang baru saja kita lewati. katamu di sini sunyi, tapi kenapa debar jantungku gaduh sekali. … Continue reading Katamu Sunyi

Terserah Kamu

bersenang-senanglah, karena hidupmu adalah milikmu sendiri. pedulikan siapapun yang kamu pikir perlu. gunakan akhir pekanmu senyaman mungkin. lakukan kegiatan yang kamu anggap menggembirakan. kamu tidak perlu repot-repot mengurusi siapapun yang tidak membuatmu bahagia. egois? mungkin iya, tapi ini perkara hati dan pikiranmu. siapa berhak mengintervensi? siapa boleh merepresi? kadang soal siapa yang membuatmu tersenyum hanyalah milik siapa yang kamu bolehkan hadir dan kamu izinkan mampir. … Continue reading Terserah Kamu

Pencarian

zi.a.rah (n) kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia (makam dan sebagainya.) Satu film dengan cerita yang mengajarkan bagaimana cara mencari, menemukan, dan menerima. Saya ingin menulis ulasan ini tanpa bocoran cerita dan berharap kalian sempat atau setidaknya berusaha mencari bagaimana caranya bisa menonton film ini. sama halnya seperti Mbah Sri, tokoh utama di cerita ini, yang dengan penuh keyakinan mencari dan berusaha menemukan … Continue reading Pencarian

Sama Saja

keras, makin keras. kencang, makin kencang. deras, makin deras. guncang, makin guncang. seperti kemarin dan beberapa tahun sebelumnya. sama saja. selalu saja ada dua atau tiga, tersaji di depan muka. tapi kadang kosong. lebih sering kosong. seperti kemarin dan beberapa tahun sebelumnya. berhenti tak pernah membuat makin dekat, dikejar malah semakin menjauh. seperti kemarin dan beberapa tahun sebelumnya. yang ditantang semakin kuat, yang menantang tak … Continue reading Sama Saja

Aku Iri

aku iri pada bibir mug yang selalu kau kecup setiap pagi, padahal bibirku lebih getir dibanding kopi hitam yang biasa kau minum. aku iri pada layar ponsel yang setiap saat kau pandangi, padahal mataku lebih teduh dibanding kutipan-kutipan yang biasa kau baca. aku iri pada trackpad laptop yang selalu kau usap setiap hari, padahal jemariku selalu tersedia 24 jam kalau kau mau. aku iri pada … Continue reading Aku Iri