Sama Saja

keras, makin keras. kencang, makin kencang. deras, makin deras. guncang, makin guncang. seperti kemarin dan beberapa tahun sebelumnya. sama saja. selalu saja ada dua atau tiga, tersaji di depan muka. tapi kadang kosong. lebih sering kosong. seperti kemarin dan beberapa tahun sebelumnya. berhenti tak pernah membuat makin dekat, dikejar malah semakin menjauh. seperti kemarin dan beberapa tahun sebelumnya. yang ditantang semakin kuat, yang menantang tak … Continue reading Sama Saja

Aku Iri

aku iri pada bibir mug yang selalu kau kecup setiap pagi, padahal bibirku lebih getir dibanding kopi hitam yang biasa kau minum. aku iri pada layar ponsel yang setiap saat kau pandangi, padahal mataku lebih teduh dibanding kutipan-kutipan yang biasa kau baca. aku iri pada trackpad laptop yang selalu kau usap setiap hari, padahal jemariku selalu tersedia 24 jam kalau kau mau. aku iri pada … Continue reading Aku Iri

Bodoh

hal bodoh terjadi. pada siapa saja. kapan saja. di mana saja. tidak pandang bulu. hal bodoh seperti menekan tombol air dingin di dispenser padahal kau ingin menyeduh kopi. lupa memindahkan sendok dari gelas sehingga mencolok mata sendiri saat meminumnya. memakai sandal yang bukan pasangannya saat pergi ke warung. lupa menekan saklar memasak di mesin penanak nasi otomatis sehingga setelah menunggu selama 2 jam yang didapat … Continue reading Bodoh

Jemari

jemari ini sudah tak lagi lincah menari di antara papan kunci yang berserakan aksara. kadang tersendat di tengah klausa, kadang bingung kapan harus meletakkan koma, kadang tak bisa menentukan di mana titik mesti disematkan. jemari ini tak lagi lincah mencari apa. tak lagi luwes menjawab kenapa. tak lagi lancar membayangkan bagaimana. jemari ini yang dulu pernah senang sekali berlama-lama mendeskripsikan rasa. jemari ini yang dulu … Continue reading Jemari