Maaf, ini tidak seperti yang direncanakan
maaf, ini tidak seperti yang direncanakan. seharusnya aku tidak terburu-buru. seharusnya aku bisa lebih cermat. seharusnya aku menepi saja, bukannya berhenti dan merutuki. sekarang sudah terlambat. menurutku. sekarang yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan sisa-sisa luka jadi satu. menungguinya sembuh dan berdamai dengan itu. bekasnya pasti akan terlihat. jelas. tapi tak apa. siapa yang mampu mengurai cerita dari setiap gores dan lebam yang mengisi sekujur tubuh … Continue reading Maaf, ini tidak seperti yang direncanakan
