Day 26: Sekolahan

dimulai dari taman kanak-kanak. menurut cerita orangtua, saya hanya sempat berada di kelas nol kecil dan langsung meminta lulus setelah setahun bersekolah. untungnya dibolehkan, jadi saya langsung masuk sekolah dasar di umur lima tahun. sekolah dasar saya adalah sekolah kecil di sebuah kecamatan, tempat yang sama dengan semua kakak saya bersekolah. rasanya orangtua saya tidak punya kreatifitas lebih untuk menyekolahkan anaknya di tempat yang berbeda. … Continue reading Day 26: Sekolahan

Day 25: Termos Refleksi

gambar termos di tempat pijat refleksi ini menggambarkan kehangatan yang didapat setelah urat-urat mengkeret di tubuh diatur kembali agar rapi oleh mas-mas pijat yang tenaganya luar biasa. sebetulnya saya tidak tahu juga apa yang menginspirasi sehingga akhirnya saya mengambil gambar ini setelah pijat dan disuguhi air jahe hangat dan keripik pisang sebagai komplimennya. ternyata tulisan ini sama tidak pentingnya dengan gambarnya. salahkan yang membuat tema … Continue reading Day 25: Termos Refleksi

Day 24: Jangan Didengerin

pelajaran paling penting yang sejauh ini saya dapatkan adalah: “ga usah dengerin kata orang” lho, egois sendiri anda? memangnya dalam hidup ini anda tidak membutuhkan orang lain?! siapa bilang? pelajarannya kan tidak mendengarkan apa kata orang lain, bukan tidak membutuhkan orang lain. tolong lah jangan diacak-acak konteksnya. jadi begini. yang saya maksud dengan tidak mendengarkan kata orang lain adalah tentang bagaimana saya mengambil keputusan hidup … Continue reading Day 24: Jangan Didengerin

Day 22: Lelah

hari ini seperti hari kemarin, rasanya lelah sekali. sepertinya tubuh, kepala, dan seluruh organ tubuh dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya. padahal tidak juga. saya hanya duduk saja seharian dari kemarin sampai sekarang. mungkin karena hal itu sering sekali saya lakukan ya, saya akhir-akhir ini jadi lebih cepat lelah. dan apakah ini hanya saya saja, atau kalian juga merasa kalau dunia ini lama-lama bikin lelah … Continue reading Day 22: Lelah