Day 26: Sekolahan

dimulai dari taman kanak-kanak. menurut cerita orangtua, saya hanya sempat berada di kelas nol kecil dan langsung meminta lulus setelah setahun bersekolah. untungnya dibolehkan, jadi saya langsung masuk sekolah dasar di umur lima tahun.

sekolah dasar saya adalah sekolah kecil di sebuah kecamatan, tempat yang sama dengan semua kakak saya bersekolah. rasanya orangtua saya tidak punya kreatifitas lebih untuk menyekolahkan anaknya di tempat yang berbeda. dan yang saya ingat kepala sekolah zaman kakak saya dan saya itu masih orang yang sama, meskipun jarak angkatan saya cukup jauh. 9 tahun.

di sekolah dasar, kegiatan yang saya ingat hanyalah bermain benteng atau galasin sembari menunggu bapak menjemput, atau dijemput tukang ojek yang diutus oleh ibu. baru sekitar kelas empat, saya berani pulang sendiri. dan di saat pertama kali pulang sendiri itulah terjadinya insiden saya terserempet angkot saat menyeberang jalan. sampai sekarang bekas lukanya masih menempel di lengan kiri saya. penanda kecerobohan masa kecil.

sekolah menengah pertama, masih di kelas sekolah kecamatan, tapi bukan kecamatan tempat saya tinggal. saya hanya berteman dengan anak-anak yang sekelas saja. tidak pernah nongkrong pulang sekolah, hanya bermain di warnet yang pada saat itu kecepatan internetnya secepat siput. tidak banyak yang dilakukan, hanya mempelajari dasar-dasar selancar dunia maya dan bermain game apapun yang terpasang di komputer sewaan saja.

sekolah menengah atas, saya sudah mulai bisa bergaul. teman-teman bukan hanya yang berada di satu kelas saja. saya sudah mulai ikut berbagai organisasi sekolah mulai dari palang merah remaja, tae kwon do, kelompok ilmiah remaja, sampai rohis. namun semua organisasi itu hanya bertahan setahun. selepas itu saya mulai malas dan lebih sering main ke rumah teman sambil mendengarkan musik dan mengobrol ngalor-ngidul.

kuliah adalah dunia lain yang berbeda, masa di mana sudah mulai sering pulang malam, menginap di kosan teman kampus, mulai mengasah hobi, memperluas jelajah, dan mencoba banyak hal.

sedangkan hidup adalah sekolah yang tidak pernah selesai. pelajarannya setiap hari, dan ujiannya setiap saat. sampai saat ini saya masih ingin lulus cepat, tapi tuhan belum mau meluluskan saya.

ya sudah, belajar lagi saja sampai tamat.

(30 days writing challenge. Day 26: Your school)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s