Intuisi

​air sulingan aren masih tersisa setengah kemasan dan kupikir malam ini akan kuhabiskan sendiri. aku butuh katalis untuk menumpahkan isi kepalaku sembari meletakkan beban yang masih tersangkut di pundak. ada risiko yang harus dibayar untuk setiap jengkal langkah yang diambil tanpa perhitungan matang. bisa dibilang reaksional adalah hal wajar dalam perkara ini. perkara di mana kau berdiri dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. perkara … Continue reading Intuisi

Perempuan

​perempuan seperti kamu adalah alasan kenapa pria sepertiku harus berusaha keras untuk menarik perhatianmu. perempuan seperti kamu adalah alasan kenapa pria sepertiku harus bekerja lebih giat, berjuang lebih kuat, dan bergegas lebih cepat untuk membahagiakanmu.  perempuan seperti kamu adalah alasanku untuk lebih sabar lagi menunggu, memantaskan diri sambil tetap menjaga kehadiranku di hidupmu. tidak terlalu sering ada, namun harus selalu tiba di saat yang tepat.  … Continue reading Perempuan

Rebah

​kamu belum lelah? masih ingin berlari ke sana ke sini? masih belum menemukan yang kamu cari? aku tunggu di sini ya. menyandarkan punggung sebentar saja. aku ingin beristirahat. kamu teruskan saja mencari. lusa akan aku ceritakan semuanya. apa yang ada dalam pikiranku, tanya yang aku ingin kamu berikan jawabnya, rahasia yang rapat aku simpan dan kelak kusampaikan, dan sekelumit cerita yang ingin aku bagi. aku … Continue reading Rebah

Kamu Tahu? 

​kamu tahu apa yang lebih sejuk dari tetes embun pagi? kamu tahu apa yang lebih menenangkan dari suara riuh jangkrik di tengah malam?  kamu tahu apa yang lebih menyenangkan dari membuka plastik buku baru dan menghirup aroma kertasnya?  kamu tahu apa yang lebih melegakan dari melepas sepatu setelah seharian beraktifitas? kamu tahu apa yang lebih hangat dari pelukan orang tua saat pulang ke rumah?  kamu … Continue reading Kamu Tahu? 

Dia

​dia yang hidup dalam ruangan kelam yang dia bangun sendiri.  dia yang tersudut oleh belati-belati tajam yang dia asah sendiri. dia yang terisolir oleh jalan pikiran yang dia pilih sendiri.  dia yang meneteskan air mata saat sekeliling ruangan tertawa. dia pula yang merekahkan senyum saat semua terserang lara.  dia yang mencipta ingar dalam sunyi. dia juga yang membungkam senyap dalam pekik. dia yang kamu ciptakan … Continue reading Dia