Intuisi

​air sulingan aren masih tersisa setengah kemasan dan kupikir malam ini akan kuhabiskan sendiri. aku butuh katalis untuk menumpahkan isi kepalaku sembari meletakkan beban yang masih tersangkut di pundak.

ada risiko yang harus dibayar untuk setiap jengkal langkah yang diambil tanpa perhitungan matang. bisa dibilang reaksional adalah hal wajar dalam perkara ini. perkara di mana kau berdiri dan melihat dari sudut pandang yang berbeda. perkara mana wacana bias yang perlu dikonfirmasi agar semua jelas.

tentang polarisasi dua kutub yang saling bertentangan, tentang sisi diagram yang bersinggungan, tentang argumen yang saling bertolak belakang.

tidak pernah sekalipun aku berpikir hal seperti ini akan sangat melelahkan. kenapa hidup harus selalu berkutat dengan perihal dua pihak yang berusaha terlihat kuat? 

soal pilihan tidak selalu mudah, apalagi kalau pilihannya adalah menyakiti salah satu atau menyakiti yang lain. atau malah menyakiti semuanya? ah, semesta memang kadang terlalu memberi efek kejut yang sukar dilawan.

ingin sekali rasanya hanya bisa terdiam dan tidak peduli. tapi sudah terlanjur. kepalang basah. terpaksa harus diikuti alurnya. tinggal ke mana arus ini akan bermuara. cukup deras kurasa, tapi harus dilewati.

satu persatu teori terpatahkan, satu persatu argumen tersanggahkan, saatnya membuat kesimpulan.

ini bukan tentang siapa yang akan tersakiti, ini bukan tentang siapa yang jadi peringkat pertama dalam kompetisi, ini bukan tentang siapa yang akan memenangkan hati.

ini masalah naluri. dan aku percaya intuisi.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s