16/365

[TIGA]   Aku beranjak dari kursiku dan langsung menuju pintu depan.   Bagaikan anak kecil yang dibolehkan ibunya mandi hujan, kamu harus tahu betapa gembiranya aku bisa kembali melihatmu. Kamu terlihat kian bersahaja. Rambutmu dipotong pendek sekarang. Cantik. Kamu selalu cantik. Frame hitam sekarang mulai menghiasi matamu. Mata yang tak mungkin bosan kupandangi. Kamu kurusan, bisa kulihat tulang pipimu yang makin nampak. Tapi kamu terlihat … Continue reading 16/365

15/365

[DUA]   Selatan Jakarta.   Lokasi yang sudah kita sepakati untuk tempat bertemu. Ini baru pukul setengah tujuh, pekerjaanku bisa kukejar lebih cepat sehingga aku bisa datang lebih awal. Aku yakin kamu pasti tepat waktu, tidak pernah sekalipun kamu ingkar janji. Apalagi janji yang kamu buat sendiri.   Musim hujan hampir mulai, atau malah sudah mulai? Atau bahkan belum? Ah, cuaca akhir-akhir ini sulit sekali … Continue reading 15/365

14/365

[SATU]   Pesan singkat darimu kubaca berulang-ulang, kucerna kata demi kata, tidak ada satupun salah ketik di situ, diksi yang kamu pilih masih sehalus dulu, sebelum kita memutuskan untuk mengambil arah yang berbeda di persimpangan.   “Hai, apa kabar? Besok kamu ada waktu luang? Bisa kita ketemu?”   Satu kalimat saja setelah hampir setahun kuhapus semua riwayat pesan darimu. Namamu masih di situ, belum kuhapus … Continue reading 14/365

13/365

#LimitBreak   Kumpulan sumpah serapah dari komika dengan isi otak paling liar di Indonesia, Rindradana. Pertunjukan yang memberi bukti bahwa semua hal bisa aja dibecandain.   Auditorium RRI Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018. Dibuka MC Adjis Doaibu yang dengan keluwesan bacotnya sukses memandu tawa penonton untuk komika pembuka malam itu. Pemuda katolik gondrong yang mengaku jarang ke gereja karena pasturnya kalau kotbah gak lucu, dan … Continue reading 13/365

12/365

aku sudah mengetik satu paragraf sebelumnya. tapi kemudian kuhapus setelah membacanya. kupikir memang harus seperti itu, harus banyak salah dulu. tapi kejadian menghapus paragraf itu tidak hanya sekali dua kali. sering terjadi akhir-akhir ini. seperti tidak yakin akan apa yang mau kuceritakan. maksudku ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan. tapi bukan di sini medium yang cocok. maka setelah aku menulis lalu dibaca ulang, rasanya … Continue reading 12/365