16/365
[TIGA] Aku beranjak dari kursiku dan langsung menuju pintu depan. Bagaikan anak kecil yang dibolehkan ibunya mandi hujan, kamu harus tahu betapa gembiranya aku bisa kembali melihatmu. Kamu terlihat kian bersahaja. Rambutmu dipotong pendek sekarang. Cantik. Kamu selalu cantik. Frame hitam sekarang mulai menghiasi matamu. Mata yang tak mungkin bosan kupandangi. Kamu kurusan, bisa kulihat tulang pipimu yang makin nampak. Tapi kamu terlihat … Continue reading 16/365
