Day 15: Sembunyi, Sendiri

perkara melarikan diri adalah perkara bagaimana caramu bersembunyi, menghindar, dan menjauhkan hal-hal yang menurutmu buruk. perkara melarikan diri, saya rasa saya cukup cekatan soal itu. ketika merasa tidak nyaman, atau merasa ada yang salah tentang suatu hal. biasanya saya akan pergi menyendiri, mengisolasi, mengalienasi diri sendiri. bukan untuk menghindar, tapi lebih untuk menenangkan diri. ada beberapa kegiatan yang selalu saya lakukan untuk itu. pertama, berkendara … Continue reading Day 15: Sembunyi, Sendiri

Day 14: Bebas Tapi Sopan

kaus (usahakan berwarna hitam), celana boxer dengan motif yang ajaib, celana denim (usahakan berwarna gelap), sepatu kets (usahakan berwarna hitam) dengan kaus kaki warna-warni (untuk menetralisir kegelapan yang sudah ada). selipkan bandana merah di saku kiri belakang celana, dompet dengan rantai di kantung kanan. jam di tangan kiri, cincin di jari tengah tangan kiri. lilitkan bandana hitam di pergelangan tangan kanan. kenakan kalung dengan bandul … Continue reading Day 14: Bebas Tapi Sopan

Day 13: Mari Membaca

saya mulai jatuh cinta pada aksara saat sekolah dasar. saat sudah mulai lancar membaca dan sering membaca apapun yang terlihat mata. dalam perjalanan, membaca nama jalan yang ada di plang toko, spanduk dan billboard, apa pun. video game hanya boleh dibeli saat saya ulang tahun. tapi kalau bahan bacaan, setiap saya minta akan selalu dibelikan. bobo, fantasi, hai, trax, itu adalah bacaan yang mengiringi saya … Continue reading Day 13: Mari Membaca

Day 12: TV 90-an

di era internet masif sekarang ini, binge-watching series sudah amat sangat jadi hal yang lumrah. semua tayangan on-demand, seleramu adalah seleramu sendiri. tapi saya adalah produk televisi nasional. di mana selera saya sama dengan selera semua orang yang menonton acara saat itu. selera kami seragam, mungkin itu yang membuat generasi kami lebih kompak. sorry, gen-z. kamu harus tahu rasanya menanti sinetron si doel anak sekolahan … Continue reading Day 12: TV 90-an

Day 11: Tidak Punya Adik

bicara soal saudara kandung, saya adalah anak terakhir dari 3 bersaudara, satu bapak, satu ibu. kakak saya yang pertama seorang laki-laki, yang kedua perempuan. komposisi yang menurut orang dulu ideal. entah siapa yang pertama kali mengemukakan pendapat kalau anak sulung seharusnya laki-laki. padahal perkara kedewasaan tidak berpengaruh dari jenis kelamin. aneh sekali. kakak laki-laki kalau saja beliau masih hidup, sekarang usianya sudah menginjak kepala 4. … Continue reading Day 11: Tidak Punya Adik