Lingga dan Yoni

hey,  kau sebut apa kunci yang bisa membuka semua gembok? kunci ajaib? kunci serbaguna? ataukah kunci rusak? kau sebut apa gembok yang bisa dibuka semua kunci? gembok ajaib? gembok serbaguna? ataukah gembok rusak? ada alasannya kenapa hanya satu kunci yang diperkenankan membuka sebuah gembok. ada alasannya mengapa satu gembok hanya diperbolehkan dibuka oleh sebuah kunci. tapi kunci hanya coba memasuki gembok, belum tentu terbuka. lalu? … Continue reading Lingga dan Yoni

+1

Sebuah Epilog.  “Aku merasa caramu melihatku mulai berbeda. Entah apa, hanya kamu yang tahu. Aku merasa, kamu menyembunyikan sesuatu, Menilaiku atau apapun itu.” “Aku merasa caramu menghadapiku berubah, entah lelah atau jengah. Kamu kerap bicara, bertahan atau pergi. Bila kamu tak kuat lagi, aku tak akan menghalangi.” “Silakan pergi, tapi aku tak bisa punya teman yang tega membiarkanku sendiri, Ohh.. Tapi aku lupa, aku juga sudah … Continue reading +1

#30

tulisan ini akan mengakhiri proyek 30 hari menulisku. setelah kubaca ulang, sebagian besar isinya tentangmu. bagaimana? kau senang? tak perlu kau jawab.  proyek ini sebetulnya merupakan sarana untukku mengolah aksara, mengumpulkan kosakata, membentuk nomina, merangkai makna yang kadang tersirat, kadang tersurat. aku percaya menulis adalah cara terbaik seorang introvert untuk membebaskan dirinya. aku bisa menjadi apapun dalam tulisan. menjadi depresif? menjadi optimis? ksatria berkuda hitam? … Continue reading #30

#29

​tulisan ke dua puluh sembilan dari target tiga puluh tulisan di bulan ini. hampir selesai. hampir.  akrab dengan kata hampir? menurut kamus besar bahasa indonesia di aplikasi yang sudah saya unduh di ponsel artinya adalah: kurang sedikit, tidak lama lagi, dekat (pada, dengan).  hampir, menurut saya adalah sebuah kata yang menyedihkan, seolah menyiratkan ketidak berhasilan akan suatu hal. saya sendiri mafhum dengan kata itu, bahkan … Continue reading #29

#28

“takut adalah naluri, adalah rasa, adalah seni…” (koil – rasa takut adalah seni)  setiap orang punya ketakutannya sendiri, entah apa sebabnya hanya diri sendiri yang tahu. apakah itu buatan khayalan, entah trauma masa lalu. aku sendiri punya banyak ketakutan, aku hanya terlihat kuat di luar. tidak, bahkan dari luar pun kelemahanku banyak terlihat. akan aku ceritakan beberapa ketakutanku, bukan untuk kau kasihani, semata agar kau … Continue reading #28