Menunggu

menunggu. satu dari tidak banyak kegiatan selain berlama-lama tidur, bermalas-malasan, dan melamun sepanjang hari yang aku bisa bilang kalau aku cukup mumpuni dalam hal tersebut. seperti dua hari ke belakang. aku sanggup menunggu balasan pesan darimu tanpa sekalipun menggerutu dan mengeluh. hanya saja memang sedikit khawatir karena kamu menghilang begitu saja.   menunggu. satu dari sekian banyak hal yang tidak aku sukai tapi tetap saja … Continue reading Menunggu

Study Tour (Bagian 2)

baik, bapak ibu dan saudara saudari sekaligus. sudah cukup istirahatnya? bisa kita lanjut lagi?   selagi kita ada di pinggang, bisa anda sekalian perhatikan, pinggang ini hampir sama kondisinya dengan pundak, bahu, dan lengan atas. amat sangat berdebu karena sudah lama sekali tidak ada lengan yang melingkar di sana. tidak perlu sedih, bapak ibu sekalian. memang sudah takdirnya begitu. biar saja.   mari kita pindah … Continue reading Study Tour (Bagian 2)

Study Tour (Bagian 1)

baik, bapak ibu dan saudara saudari sekaligus. mari kita mulai tur kali ini dengan objek seorang lelaki hampir senja yang sudah khatam dengan nyeri dan sakit hati. dan nanti tentu saja bisa kita lihat seberapa kacau dirinya. sudah siap semuanya? oh ya. mohon maaf, dihimbau pada hadirin sekalian untuk tidak mengambil foto, karena biarlah apa yang ada di sini, tetap di sini.   yak, kita … Continue reading Study Tour (Bagian 1)

Aku Ahlinya

kamu tidak perlu heran, sering kali semesta tak kabulkan angan. seperti rapalan doa-doa yang menguap ke angkasa.   kamu juga tidak perlu takut, terkadang alam raya membuat kalut. seperti cemas menunggu pesan yang tak kunjung berbalas.   lagi pula, kita sudah sejauh ini, makin terbiasa tanpa tegur dan sapa. tidak perlu pontang-panting karena memang ini tidak begitu penting.   tapi mau bagaimanapun juga harus aku … Continue reading Aku Ahlinya

Kapan-kapan Kita Bicara

kamu ingat obrolan panjang kita malam itu? sedari pulang kerja, ponselku tak henti membunyikan nada notifikasi. kita berbincang banyak hal, mulai dari yang remeh, hingga hal yang seharusnya dibicarakan saat mabuk saja. kita masih terlalu sadar untuk persoalan itu.   tempo hari aku berniat untuk menghubungimu. lagi. cukup lama kita tidak berbicara panjang lebar. tapi kamu tahu sendiri aku agak kurang berbakat dalam berbicara. kadang … Continue reading Kapan-kapan Kita Bicara