Sampai Di Sana
di sela-sela rikuh ekor mata yang saling bertaut canggung, ada bayangan riuh yang berkelebatan tak tentu arah di dalam kepala. seakan menuntut nalar untuk berunding dengan hati agar lekas bersahut dan menggemakan lantunan rindu yang tak pernah putus. tapi tidak dengan kita. sejak aku tahu rinduku tak punya kuasa untuk menyerahkan diri sepenuhnya dan desah gairahku tak punya suaka untuk bertamu. aku berangsur mencoba … Continue reading Sampai Di Sana
