Sampai Di Sana

di sela-sela rikuh ekor mata yang saling bertaut canggung, ada bayangan riuh yang berkelebatan tak tentu arah di dalam kepala. seakan menuntut nalar untuk berunding dengan hati agar lekas bersahut dan menggemakan lantunan rindu yang tak pernah putus.

 

tapi tidak dengan kita. sejak aku tahu rinduku tak punya kuasa untuk menyerahkan diri sepenuhnya dan desah gairahku tak punya suaka untuk bertamu. aku berangsur mencoba untuk berdamai dari canggung yang selalu hinggap setiap kali desir tubuhmu mengalun dengan sesaknya di depan hidungku.

 

sejak fajar berpamitan dan bertukar tugas dengan matahari. sejak awan bergelayut manja di titian petang. sejak bulir hujan berkukuh untuk pergi meninggalkan gumpalan putih keabu-abuan di udara. sejak petang mengantarkan matahari menjemput malam dan bulan dengan sigapnya bertukar posisi di langit. sampai bulan enggan digeser pagi. Sampai di situlah cerita ini diakhiri.

 

(113/365)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s