Kenapa Kamu?

aku bosan menulis tentangmu. seperti tidak ada bahasan lain yang lebih meriah untuk dibahas saja. padahal banyak hal yang bisa aku ceritakan dari mulai kamar baruku, rencanaku beberapa hari ke depan, atau bahkan menu makan siangku yang selalu berganti setiap hari.

 

tapi entah mengapa selalu saja kamu yang ada di ujung jemariku saat mulai mengetik kata-kata di atas tuts papan kunci komputer jinjingku.

 

kenapa kamu? satu pertanyaan yang paling sulit aku berikan jawabnya.

 

beberapa kali aku sempat mengumpulkan beberapa alasan yang mungkin bisa tepat digunakan untuk menjawab pertanyaan itu. tapi selalu saja ada yang melemahkan semua teorinya. selalu ada antitesis dari setiap tesis yang kubuat. selalu ada tapi di balik mungkin yang aku punya.

 

mungkin karena kamu tidak pernah marah | ah, tapi raut mukamu pernah terlihat geram.

 

mungkin karena kamu perhatian pada orang lain | ah, tapi tak jarang kamu pernah terlihat sama sekali tidak peduli.

 

mungkin karena celana jeansmu bagus | ah, tapi aku pernah melihat celanamu kedodoran.

 

mungkin karena pilihan sepatumu cocok | ah, tapi aku pernah melihatmu memakai crocs.

 

oh, aku tahu kenapa!

 

aku tahu kenapa kamu?

 

kenapa kamu? itu karena aku yang mau.

 

(114/365)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s