Risalah Akhir Pekan

aku bawakan sebuah tulisan. tentang kematian di ujung jalan. di sebuah kota kecil bernama keengganan. saat matahari dan bulan sedang berselisih, perkara siapa yang lebih sering dinantikan.   aku kemas ranting kering. dari setapak jalan hutan kecil di tengah kota, di mana hijau tak kunjung tiba dan embusan angin tak pernah menerpa.   aku kirimkan nisan. untuk mata yang tak pernah saling menatap, bibir yang … Continue reading Risalah Akhir Pekan

:)

layar kosong dan denting notifikasi yang tak kunjung tampak, harap balas dari pesan yang sedari pagi dilayangkan, rindu sapa sederhana kadang begitu memilukan.   tapi melihat kau baik-baik saja sudah cukup. meski tak terlihat ada senyum di lengkung bibirmu, tapi aku tahu kau bersenang-senang di sana.   debar-debar ini membuatku sulit tidur, tapi memang tak kurencanakan untuk itu. aku hanya ingin menghabiskan malam dengan memikirkanmu. … Continue reading 🙂

Sabar

sabar, aku sedang membujuk tuhan. prosesnya memang agak lama, kamu tahu sendiri. sabar saja dulu.   sabar, jangan kamu buru-buru. nanti aku beri tahu, di mana kamu harus menunggu. sabar saja dulu.   sabar, tenang-tenang saja di situ. jangan marah melulu, jengkel terus tidak ada gunanya. sabar saja dulu.   sabar, nanti kalau tuhan tidak mau membantu, aku temui kawanku yang lain.   (191/365)   Continue reading Sabar

Satu Jam

aku hanya sempat menyisakan satu dari dua puluh empat jam untuk memikirkanmu. tidak banyak memang, karena sudah tidak banyak pula yang menahanku untuk memikirkanmu lebih lama.   aku kadang masih membaca pesan-pesan singkat yang pernah kamu kirimkan untuk membalas guyonan acakku, ide konyolku, dan beberapa ajakan kencan yang kamu abaikan.   aku hanya sempat menyisakan satu dari dua puluh empat jam untuk memikirkanmu. tidak banyak … Continue reading Satu Jam