Risalah Akhir Pekan

aku bawakan sebuah tulisan. tentang kematian di ujung jalan. di sebuah kota kecil bernama keengganan. saat matahari dan bulan sedang berselisih, perkara siapa yang lebih sering dinantikan.

 

aku kemas ranting kering. dari setapak jalan hutan kecil di tengah kota, di mana hijau tak kunjung tiba dan embusan angin tak pernah menerpa.

 

aku kirimkan nisan. untuk mata yang tak pernah saling menatap, bibir yang tak pernah saling berpagut, dan jemari yang tak pernah berpaut.

 

apabila keinginan adalah omong kosong yang disimpulkan, maka perkara kebutuhan adalah serupa jodoh, harta, rezeki dan maut; hanya tuhan yang tahu kapan datangnya.

 

(194/365)

 

 

 

 

 

 

 

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s