Labirin
“berputar -putar -putar dalam labirin panjang tanpa akhir.” (the brandals – lingkar labirin) (353/365) Continue reading Labirin
“berputar -putar -putar dalam labirin panjang tanpa akhir.” (the brandals – lingkar labirin) (353/365) Continue reading Labirin
setiap kali aku melihatmu, kamu selalu berkutat pada layar. laptopmu, ponselmu, tv, bahkan matamu terhalang layar kaca mata. tapi setiap aku mencoba menghubungimu lewat situ, kamu tidak pernah ada. sebenarnya kamu di mana? (352/365) Continue reading Kamu Di Mana?
tahu kenapa mengeluh itu enak? karena mengeluh adalah kegiatan yang bisa dilakukan tanpa perlu kemampuan khusus. Satu-satunya kemampuan yang dibutuhkan dalam mengeluh adalah rasa lelah atau capek. dan cara mendapatkan capek itu mudah sekali. kamu kurang tidur? Capek. kamu kebanyakan tidur? Capek juga. kamu keseringan duduk? Capek. kamu kurang duduk? Capek juga. intinya mengeluhlah kamu selagi mau. kalau soal bisa sih, siapa juga bisa mengeluh. … Continue reading Sebuah Keistimewaan Mengeluh
masih belum betul-betul benar, dan masih belum benar-benar betul. ah, rumit benar jalan pikiranmu. padahal kamu yang harusnya tahu pasti apa yang kamu mau. apa jangan-jangan bahkan kamu sendiri tidak pernah sungguh-sungguh tahu apa yang kamu mau? aduh! (350/365) Continue reading Apa Isi Kepalamu?
akhir pekan ini aku cuma mau tidur-tiduran sambil memandangi kumpulan foto mbaknya yang aku simpan rapi di folder khusus di ponsel pintarku. harus aku sempat-sempatkan, karena hanya ini yang aku bisa. oh, aku juga punya jadwal kegiatan lain. baca-baca arsip pesan singkat dari mbaknya. kalau ini tidak perlu lama-lama. soalnya mbaknya memang jarang membalas pesanku. sudah jam satu, aku siap-siap dulu. (349/365) Continue reading Siap-siap Dulu