Perayaan Masa Lalu

ayo, mari silakan mampir di perayaan masa lalu! kami mengundang kenangan manis; keinginan yang terlupa; harapan yang disia-siakan; impian yang tidak diusahakan; cerita pahit tengah malam; obrolan mabuk dini hari; janji yang berulang kali diingkari; pesan yang diabaikan; rindu yang tidak tersampaikan, dan satu tamu istimewa; resolusi yang dicampakkan. mari ramaikan! bir dingin selalu tersedia! (363/365) Continue reading Perayaan Masa Lalu

Kamu Belum Siap

jalan yang tak pernah terlihat sebelumnya perlahan menampakkan sedikit bentuknya. aku bangkit dari dudukku dan mempertegas jejak langkah yang samar-samar terlihat di ujungnya. sedikit bergegas aku menghampirinya. kabut tebal mulai menipis saat aku melangkah, semuanya semakin jelas meski masih agak kabur. aku beranikan untuk makin maju. langkah demi langkah, jalan semakin bergelombang, batu kerikil semakin tajam, kabut mulai datang lagi. aku berhenti sejenak, mencoba menarik … Continue reading Kamu Belum Siap

(sepertinya)

kenapa harus berhenti berusaha? (sepertinya) bukan berhenti berusaha. tapi aku pikir untuk apa lagi? karena tanpa aku pun dia (sepertinya) sudah bahagia. karena semua yang aku lakukan (sepertinya) sia-sia. perjuanganku (sepertinya) tidak pernah dianggap ada. pengorbananku pun (sepertinya) hanya dianggap sebelah mata. kalau masih aku lanjutkan (sepertinya) hanya akan dipenuhi lara. karena setiap hal (sepertinya) ada batasnya. dan aku (sepertinya) harus tahu batasan untuk berhenti. … Continue reading (sepertinya)