Day 24: Jangan Didengerin

pelajaran paling penting yang sejauh ini saya dapatkan adalah: “ga usah dengerin kata orang” lho, egois sendiri anda? memangnya dalam hidup ini anda tidak membutuhkan orang lain?! siapa bilang? pelajarannya kan tidak mendengarkan apa kata orang lain, bukan tidak membutuhkan orang lain. tolong lah jangan diacak-acak konteksnya. jadi begini. yang saya maksud dengan tidak mendengarkan kata orang lain adalah tentang bagaimana saya mengambil keputusan hidup … Continue reading Day 24: Jangan Didengerin

Day 22: Lelah

hari ini seperti hari kemarin, rasanya lelah sekali. sepertinya tubuh, kepala, dan seluruh organ tubuh dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya. padahal tidak juga. saya hanya duduk saja seharian dari kemarin sampai sekarang. mungkin karena hal itu sering sekali saya lakukan ya, saya akhir-akhir ini jadi lebih cepat lelah. dan apakah ini hanya saya saja, atau kalian juga merasa kalau dunia ini lama-lama bikin lelah … Continue reading Day 22: Lelah

Day 21: Tentang Cinta

cinta adalah semangkuk mie rebus dengan irisan cabai rawit dan telur setengah matang, teh lemon hangat, beranda rumah, sehabis hujan, dan obrolan ringan soal rekan kerja yang menyebalkan. cinta adalah celana pendek, kaus kutung, selimut yang mengurung tubuh, pelukan dan riuh napas di belakang tengkuk dan pembicaraan esok hari. cinta adalah buku, kopi, musik, dan hening yang ada di antaranya. cinta juga tatapan mata yang … Continue reading Day 21: Tentang Cinta

Day 20: Siapa Lagi Kalau Bukan Dia

siapa pun kamu yang sudah cukup lama mengenal saya, pasti tahu kalau saya punya obsesi berlebih pada seorang public figure ini. dia yang mukanya selalu saya edit setiap lebaran (cek saja instagram saya kalau perlu validasi), dia yang beberapa kali saya minta untuk dimasukkan ke undangan pernikahan teman sebagai partner saya. obsesi ini buta dan tuli sebetulnya, karena saya tidak bisa menemukan celah dari dirinya. … Continue reading Day 20: Siapa Lagi Kalau Bukan Dia