Banyak Aturan

tutup pintu pelan-pelan. jangan sampai berderit dan membangunkan tetangga sebelah. engselnya sudah cukup tua, kadang tidak mau menutup sempurna. kamu boleh ganjal dengan sepatumu. jaketmu letakkan saja sembarang. maaf tidak ada gantungan. aku hanya butuh kepastian. yang menggantung selalu membuat tak tentu arah. ke sana salah, ke sini salah. jangan merokok di dalam. kalau kamu mau, silakan ke luar. kita sudah bicarakan hal ini. tolong … Continue reading Banyak Aturan

Sungguh

kamu tidak perlu tahu semua tentangku. sungguh. kamu bahkan tidak akan mau tahu semua tentangku. cukup sebagian saja kalau memang kamu perlu. sungguh. cukup sebagian yang kamu rasa penting saja yang kamu perlu. biar aku saja yang tahu semua tentangmu. sungguh. biarkan aku saja yang menyimpan rapat semua tentangmu. sampai nanti tiba saatnya kamu merasa perlu tahu semua tentangku. maka tidak akan ada sudut-sudut ruang … Continue reading Sungguh

Awas

terakhir kali aku melakukan sesuatu hal untuk seseorang tidaklah berjalan sebagaimana mestinya. sepertinya memang dewi fortuna tidak benar-benar mendukungku dalam hal ini.   banyak yang aku terlambat sadari. dari mulai langkah-langkah yang terlanjur kuambil, keputusan-keputusan yang sama sekali tidak ada dalam pilihan, atau malah anjuran yang tidak pernah membangun.   aku harus menata garis mati. lebih baik kuletakkan di tengah, atau di tepi? atau malah … Continue reading Awas

Abu

jauh-jauh aku pergi hanya untuk belajar pulang. dan rindu yang berjajar sembarangan selalu mengingatkanku untuk tetap ada di antara langkah-langkah kecil yang berjejak biru. lama aku akan berlayar hanya untuk belajar mengetahui sejauh mana aku bisa terombang-ambing dan dengan sekuat tenaga mengayuh dayung menuju pesisir yang berkelat hijau. dan buram kenangan di arus tenang seakan mencoba untuk mengetuk sisi terang di tengah temaram logika dan … Continue reading Abu