Sendiri

sesungguhnya aku tidak pernah merasa kesepian. hanya kadang-kadang saja. itu pun tidak lama. mungkin beberapa saat, sebelum pikiranku mendadak ramai dengan banyak hal. hal-hal yang tidak pernah muncul sebelumnya. berlomba-lomba merebut perhatian, mencoba mengambil alih isi kepalaku. seolah-olah mereka tahu bagaimana caranya menyelamatkanku dari sunyi.

 

sesungguhnya aku tidak pernah merasa kesepian. di kepalaku ada sosok lain yang bisa kuajak berbicara. bahkan tanpa kuminta. mereka selalu asyik berkelakar satu sama lain. mengisi kekosongan dengan celotehnya, dengan buah pikirnya, dengan semua opininya.

 

suatu hari mereka pernah berdebat hebat. bertengkar keras. Berselisih paham, beradu mulut tentang suatu hal yang kini sudah tidak lagi ada dalam prioritasku. sekarang hanya ada kamu.

 

(79/365)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s