Kaki Meja

apa kamu ingat kaki meja yang tak sengaja terantuk kakimu? yang dengan histerisnya kemudian kamu berteriak-teriak seolah dalam tiga puluh detik ke depan nyawamu dicabut padahal malaikat izrail sedang duduk bersandar di bawah pohon tua yang dahannya sudah tidak sanggup lagi dijadikan pegangan oleh daun-daun yang sudah sangat ingin melepaskan diri namun entah kenapa tenaga mereka nampak hilang ditelan kemalasan. biarlah jatuh saat memang nanti waktunya tiba.

sudah ingat dengan kaki meja itu? yang dengan ikhlasnya tanpa repot-repot mengocehimu tentang bagaimana seharusnya matamu dipergunakan. tentang bagaimana seharusnya kamu berhati-hati. karena memang bukan inginnya melukaimu, membuatmu mengaduh sehisteris itu, membuat semua perbendaharaan kata-kata kasar yang selama bertahun-tahun kamu koleksi keluar dalam waktu sekian detik saja.

ingat bagaimana kaki meja itu sungguh tidak peduli dengan segala kekalutanmu, menandak-nandak tak karuan, berputar dengan satu kaki bagai seorang penari balet kurang latihan.

dan ingatkah kamu saat satu kakimu terantuk salah satu kaki meja tak berdosa itu, kaki meja yang lain dengan santai berkata “hemm~ mampus~”

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s