Merawat

hey kamu, apa kabar? lucu kalau dipikir bahwa kita tidak sejauh itu, tapi tidak pernah juga menjadi dekat. seperti ada jarak dan batas yang sialnya tidak terlihat dengan jelas. bahwa samar-samar kabut tipis itu semakin lama semakin tebal. membuat daya pandang semakin lemah, dan daya jangkau yang semakin mustahil. masih rajin aku merawat harapan. berharap ia akan tumbuh semakin besar, kuat, dan membuahkan hasil. tapi … Continue reading Merawat

Pengulangan

belum juga genap seminggu tapi aku sudah merasa tidak berguna. hanya menghitung hari diikuti dengan keping-keping yang harus disusun sedemikian rupa agar tidak berserakan dan hilang begitu saja. aku rasa hidup memang penuh pengulangan. seperti bermain video game. aku punya kesempatan untuk mengulang level yang tidak berhasil dilewati pertama kali. namun konsekuensinya adalah aku akan kehilangan banyak poin, atau mungkin malah mulai lagi tanpa poin … Continue reading Pengulangan

Sepenggal Masa Lalu

beberapa penggalan cerita akan terus tersangkut di kepala. dan sialnya, sebagian besar adalah tentang kenangan buruk. sebuah trauma. ingatan yang mampu membuatmu tidak berfungsi sebagaimana mestinya. entah bagaimana, kamu tetap rajin merawat ingatan itu. meromantisasi dengan cara paling tidak masuk akal. memberikannya tempat tersendiri di bagian kepalamu. meskipun kamu mampu untuk membuangnya, tapi kamu sadar bahwa memeliharanya akan membuatmu tetap hidup. membuatmu tetap bisa merasa. … Continue reading Sepenggal Masa Lalu

Menyembuhkan

menyembuhkan diri itu butuh waktu. menyembuhkan diri itu sulit dan menyebalkan. itu bisa saja membawamu jauh ke dasar hidup. Itu bisa saja mulai menghancurkan hidupmu, mungkin saja akan menyakiti teman dan keluargamu, tetapi itu akan jadi sesuatu yang lebih baik. yang perlu kamu lakukan adalah mengambil langkah. satu per satu. dan jika kamu sudah cukup kuat, maka kamu akan menemukan alasan baru untuk hidup. bersabarlah … Continue reading Menyembuhkan

Sebatang Asa

aku membakar lagi sebatang asa untuk ditukar dengan sebuah kenyamanan. kenyamanan yang bahkan aku sendiri tidak yakin akan ada. entahlah, namanya juga hidup. lebih banyak memikirkan pilihan daripada mengambil pilihan itu sendiri. puluhan puntung terlihat seperti kekacauan dalam satu tempat sempit. kembali lagi antara memilih untuk membuangnya agar terlihat lebih bersih, atau membiarkannya menghambur sampai mengotori sekitarnya. bakar lagi sebuah harapan. hilang lagi sebuah kesempatan. … Continue reading Sebatang Asa