#07

bahagia itu sederhana. bisa minum kopi kapal api hitam di pagi hari itu bahagia.  buang air lancar itu bahagia.  paket internet masih aktif dan penuh kuota itu bahagia.  menemukan lembaran rupiah di kantong celana yang sudah lama hanya kau gantung di balik pintu kamar itu bahagia.  indomie goreng sepulang kerja itu bahagia.  membaca ulang percakapan denganmu di ponsel itu bahagia.  berjalan beriringan denganmu di trotoar … Continue reading #07

#06

orang bilang yang pertama adalah yang paling sulit. tidak bagiku, tidak bagi malam tadi.  1cm. kunci ruangan itu hanya berukuran 1cm saja. cukup untuk membuka gerbang warna dalam ruangan mimpi hitam-putih selama beberapa waktu. relatif. waktu selalu berada dalam posisi relatif. bisa sebentar, bisa selamanya. tergantung bagaimana kondisimu dan apa yang kau rasakan.  5 jam. kubuka gerbang warna itu selama 5 jam. pelan. substansi perlahan … Continue reading #06

#05

let me begin.  i fall in love, with music. musik adalah salah satu sarana untuk berkomunikasi, musik adalah alat seorang introvert bercerita, musik adalah senjata pemberontak paling dasar. musik selalu ada di setiap situasi dan ada di setiap babak kehidupan. musik juga berhak mengakuisisi pikiranmu. seperti, pernahkah kamu dalam keadaan muram dan kemudian mendengar musik dengan nada riang dan lirik penuh semangat? apa yang terjadi … Continue reading #05

#04

aku adalah penikmat sepi. keramaian hanya membuatku gelisah. aku tak pernah suka jadi pusat perhatian. aku suka melakukan hal-hal sendirian. bukan berarti aku anti sosial. hanya saja aku tidak nyaman berada di kerumunan.  aku adalah pendengar yang baik, aku akan mendengarkan semua ceritamu asalkan kau tak meminta pendapatku tentang masalahmu. bukan berarti aku tidak punya solusi. hanya saja kadang nasihatku bukan yang terbaik.  aku adalah … Continue reading #04

#03

aku benci melihat kau tertawa.   aku benci suaramu yang terlalu renyah. aku benci nadamu yang terlalu merdu. aku benci tarikan ujung bibirmu yang melengkung sempurna aku benci matamu yang berbinar bahagia. aku benci condongan tubuhmu yang merapat. aku benci gerakan rambutmu yang membelai mesra. aku benci gerakan kakimu yang menyilang dan gemulai. aku benci rona pipimu yang memerah. aku benci pandangan matamu yang meneduhkan. … Continue reading #03