Monolog

“alkohol lagi?” “kenapa?” “memang kau perlu mabuk?” “aku mengonsumsi alkohol bukan untuk mabuk.” “lalu?” “sekadar penghilang penat saja.” “tidak ada cara lain?” “ada.” “apa?” “bercinta.” “sulit.” “maka dari itu.” “carilah penghilang penat lain.” “ini sudah yang paling mudah. tolong jangan kau persulit.” “sebulan saja, kan?” “iya, sebulan ini saja. setelah itu aku coba cari cara lain.” “terserah kau saja. aku hanya mengingatkan.” “terima kasih perhatianmu.” … Continue reading Monolog

Pergi

aku ingin pergi, jauh, sendirian. ke tempat di mana tidak ada seorang pun yang tahu siapa diriku. ke tempat di mana aku tak tahu siapa yang akan kutemui. “kalau kau pergi tanpa tujuan, kau tidak perlu takut kesasar.” tapi kalau kau pergi tanpa tujuan, apa kau akan pernah sampai? apakah kau hanya akan berputar-putar saja sampai akhirnya lelah dan berkata sudah? tapi aku tetap ingin … Continue reading Pergi

Terburu-buru

berapa banyak kata rindu yang kau baca di tulisanku? apakah kau rasakan rindu yang terlalu menggebu-gebu.  berapa banyak kata cinta yang tersurat di tiap rajutan aksara? apakah kau membaca cinta yang terlalu tergesa-gesa. menunggu adalah hal yang paling harus bisa dinikmati prosesnya. entah apapun hasilnya, ekspektasi di kepalamu sudah membuat semua kemungkinan yang akan terjadi. menunggu menghabiskan waktu. apalagi kalau kau menunggu orang yang tidak … Continue reading Terburu-buru

Ada

ada satu waktu aku pernah memujamu tanpa ragu. ada satu waktu aku mengamini semua perkataanmu. ada satu waktu aku menundukkan kepalaku rendah untukmu. ada satu waktu aku memohon curahan perhatianmu padaku. ada satu kala aku memaki itu semua. ada satu kala aku berharap kau tiada. ada satu kala aku ingin kau menderita. ada satu kala aku mencoba berputus asa. ada satu masa ketika aku ingin … Continue reading Ada

Lelah

aku ingin bersandar sebentar saja. napasku tersengal-sengal. kakiku mulai kepayahan. canduku habis, aku perlu amunisi tambahan. aku ingin bersembunyi sebentar saja. jauh dari bising ceracau mereka. telingaku pengang. otakku keruh. aku ingin meringkuk di sudut gelap kamar sendirian. jangan ganggu aku dulu. pintuku selalu terbuka, tapi kenapa kau selalu suka lewat jendela? dari siapa kau berlari? untuk siapa kau mengendap-endap? kau tahu untuk apa aku … Continue reading Lelah