03/365

“kalau kamu tak berniat singgah, janganlah berlama-lama kamu berputar-putar di situ. pintu keluar ada di sebelah sana kalau kamu bingung. aku tahu kamu ada di sini karena memang pintunya selalu terbuka. tempat ini memang ramai. semua hilir mudik lalu lalang tidak karuan.”   “lalu? di mana letak kesalahanku?”   “kamu berputar di tempat yang tidak seharusnya kamu ada kalau kamu tidak mau berlama-lama. kamu lihat, … Continue reading 03/365

02/365

Liturgi patah hati seorang bajingan kemarin pagi. Melihat punggung sang gadis pujaan menjauh pergi. Setelah menaruh harapan di tempat yang paling tinggi. Lalu terkulai lemas kehabisan energi.   Rimanya payah. Maaf, paragraf pembukanya jelek. Tadi di jalan udah niat mau nulis sesuatu. Tapi ya gitu, mungkin kebawa angin, trus ilang aja gitu.   Saya udah bilang belum sih kalo bakal nulis setiap hari dalam setahun? … Continue reading 02/365

01/365

(source image: link)   Ini akan menjadi catatan awal tentang bagaimana mimpi diputar ulang dan bukti bahwa kehidupan hanyalah keping teka-teki yang harus disusun perlahan. Nantinya kamu bisa tarik garis lurus dari titik ini menuju ke entah di mana ujungnya. Mungkin sedikit beristirahat bisa jadi maklum. Lelah adalah hal lumrah.   Pastikan kamu tidak berharap banyak. Harapan mudah sekali dihempaskan. Kamu hanya perlu secangkir minuman … Continue reading 01/365

Sangkakala Masehi

Akan kusingkirkan jejak sajak sejak puluhan anak tangga telah letih kupijak. Sehingga setiap kalimat bijak hanyalah menjadi sebuah babak dalam manuskrip acak. Dan entah sudah berapa banyak arak yang kutenggak untuk menutupi puntung dan abu di dalam asbak. Bak pendosa yang mencoret akhlak, mengajak orang suci untuk menandak dalam riak diiringi alunan anjing-anjing yang menyalak. Sampai tenggorokanku penuh dengan dahak yang akan kumuntahkan di atas … Continue reading Sangkakala Masehi

Kamu Terus Saja Berlari

kita bertemu di persimpangan. kamu yang terlihat lelah dengan napasmu yang tak beraturan, dan aku yang sedang berjalan perlahan. “aku lelah berlari”, katamu. “istirahatlah sebentar”, aku menjawab dengan tenang. “tapi aku harus terus berlari”, jawabmu. “silakan kalau begitu”, aku kembali menimpali. “kamu tak ingin lari bersamaku?”, kamu tiba-tiba bertanya. “lari dari apa? atau lari ke arah mana?”, aku menjawab dengan pertanyaan. sungguh, aku tak pernah … Continue reading Kamu Terus Saja Berlari