Bangkok: Day 4

Tulisan ini dibuat di bangku kamar kosan sambil bertelanjang dada, celana kolor, ditemani sebungkus Dji Sam Soe kretek, susu putih, dan ciki rasa gurita. Cukup menggambarkan kesendirian saya bukan?   Tentu saja tulisan ini dibuat untuk mengisi kekosongan waktu. Meskipun sesungguhnya waktu luang tersebut seharusnya bisa saya isi dengan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti tidak melakukan apa-apa. Tapi, saya harus konsisten mengisi blog ini setiap … Continue reading Bangkok: Day 4

#HariPuisiSedunia

hari penuh kata-kata, hari bertabur majas, hari berhias metafora.   mari merangkai aksara dengan frasa-frasa berurai makna. hingga kamu bisa merasakan pedih, luka, duka, bahagia, gembira, pilu, dan segala sudut indera yang kamu rasakan.   sudah, jangan hiraukan mereka yang menghiraukanmu. mereka sudah cukup senang tanpa keberadaanmu. bersenang-senanglah sampai lelah. sampai kakimu lemas berjalan keliling kota. menyaksikan puluhan lampu jalan makin terang. ditemani raut bulan … Continue reading #HariPuisiSedunia

Sendiri

sesungguhnya aku tidak pernah merasa kesepian. hanya kadang-kadang saja. itu pun tidak lama. mungkin beberapa saat, sebelum pikiranku mendadak ramai dengan banyak hal. hal-hal yang tidak pernah muncul sebelumnya. berlomba-lomba merebut perhatian, mencoba mengambil alih isi kepalaku. seolah-olah mereka tahu bagaimana caranya menyelamatkanku dari sunyi.   sesungguhnya aku tidak pernah merasa kesepian. di kepalaku ada sosok lain yang bisa kuajak berbicara. bahkan tanpa kuminta. mereka … Continue reading Sendiri