Repetisi

yang bermula dari sebuah babak tak pernah datang tiba-tiba. hampir sekian banyak cerita yang terjadi adalah hasil dari sebuah peristiwa yang berkaitan satu sama lain. sekecil apapun itu. kita hanya perlu membaca ulang bait demi bait prosa yang tak pernah selalu berima.   alih-alih membaca ulang naskah, apa yang terjadi kemudian adalah berburuk sangka terhadap penulis skenario. mengapa begini? mengapa begitu? mengapa hal-hal buruk selalu … Continue reading Repetisi

Dum Spiro, Spero

dia yang perlahan merasuk masuk dalam palung paling ujung dari lorong kosong yang sepi tak bertepi. dia yang dengan seenaknya datang tanpa dentang pemberitahuan yang lantang. Seolah tanpa lelah terus menyelinap ke celah-celah bilah hati yang mudah kalah.   aku yang berusaha tetap tegak selayaknya tonggak yang keras tertancap. aku yang sekuat mungkin lama berdiri dengan sayap koyak yang tak bisa lagi kupaksa mengepak.   … Continue reading Dum Spiro, Spero

Bangkok Weekend #1 (Minggu)

Yak, setelah jalan-jalan naik kereta udara dan bawah tanah, kali ini rutenya jalan darat. Bersama rekan kantor, saya diajak untuk ke daerah Amphawa untuk berkunjung ke sebuah café bernuansa vintage (ini sih maunya mereka yang belum pernah ke sini), kuil Wat Bang Kung, dan Amphawa Floating Market. Padat bukan jadwal saya hari ini?? Mari kita lezgo! Janjian jam 9 pagi di stasiun On Nut, kami … Continue reading Bangkok Weekend #1 (Minggu)