Bangku Kosong

bangku kosong itu tidak pernah ada yang menduduki. sekian semester sudah lalu, tapi tetap saja tidak pernah ada bokong yang berniat singgah di sana. entah karena bangku itu terlalu lusuh, kusam, atau karena semua enggan berada di sana.   padahal bangku itu selalu dikelilingi oleh meja-meja apik, lukisan menarik, dan cerita-cerita menyenangkan.   bangku-bangku lain sudah silih berganti, ditukar dengan bangku yang lebih nyaman, lebih … Continue reading Bangku Kosong

Benci/Suka?

lambat laun, aku sadar aku punya tingkat toleransi yang cukup tinggi. aku bisa mempersilakan kalian berbuat apa saja yang kalian mau. apa saja yang kalian inginkan. apapun yang kalian kehendaki.   contoh kecil, aku tidak suka durian. tapi aku tidak ada masalah dengan orang-orang yang makan durian tepat di depan mukaku. asal jangan kalian paksa aku untuk makan durian itu. kalaupun aku makan, kemungkinan besar … Continue reading Benci/Suka?

Cerita Seorang Pemalas Profesional

ia masih duduk bersila di posisinya yang sama sejak dua belas jam lalu. ia hanya beranjak untuk mengambil minum, buang air, dan membuang isi asbaknya yang sudah penuh dengan berbatang-batang gulungan tembakau.   ia menikmati setiap detik dari keheningan yang ia pilih hari itu. ia tidak memikirkan apapun selain untuk menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa seharian.   ia pemalas profesional. tidak banyak yang bisa melakukannya, … Continue reading Cerita Seorang Pemalas Profesional

Aku Mencintaimu

Photo by Christopher Burns on Unsplash   aku mencintaimu.   aku ingin memenggal kepalamu dan menjadikannya hiasan di samping ranjangku agar kamu yang pertama kali kulihat setelah bangun tidur.   aku mencintaimu.   aku ingin mematahkan tanganmu dan membawanya ke mana pun aku pergi agar aku bisa terus menggenggam jemarimu.   aku mencintaimu.   aku ingin menguliti tubuhmu dan menjadikannya sepotong jaket dan memakainya setiap hari agar aku … Continue reading Aku Mencintaimu