Cerita Seorang Pemalas Profesional

ia masih duduk bersila di posisinya yang sama sejak dua belas jam lalu. ia hanya beranjak untuk mengambil minum, buang air, dan membuang isi asbaknya yang sudah penuh dengan berbatang-batang gulungan tembakau.

 

ia menikmati setiap detik dari keheningan yang ia pilih hari itu. ia tidak memikirkan apapun selain untuk menghabiskan waktu tanpa melakukan apa-apa seharian.

 

ia pemalas profesional. tidak banyak yang bisa melakukannya, ia adalah satu dari sekian orang yang mampu. memandang layar dan memperhatikan semua yang terjadi di dunia luas yang tak bisa ia jangkau. aneh, karena satu-satunya hal yang membuat ia waras adalah mengunjungi dunia yang tidak waras.

 

ia bangkit dan mengambil ukulele kesayangannya. mencoba memainkan beberapa lagu untuk menghilangkan kebosanannya. ia tahu ia bosan, tapi ia lebih tidak mau untuk melakukan kontak dengan orang lain. sama saja menurutnya. orang-orang itu pun membosankan.

 

ia masih duduk bersila di posisinya yang sama sejak tiga belas jam lalu.

 

dan masih akan di sana sampai beberapa jam ke depan.

 

(126/365)

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s